Jakarta – Humas BRIN, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pengangkatan Kepala Organisasi Riset dan Pejabat Fungsional Pegawai Pengalihan Kementerian/Lembaga ke dalam Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional dilaksanakan pada hari ini, Jumat (04/03) bertempat di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung BJ Habibie, Thamrin.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengungkapkan bahwa pelantikan ini menindaklanjuti dari terbitnya ke-12 Peraturan BRIN tentang tugas, fungsi, dan struktur Organisasi Riset yang telah ditetapkan pada 25 Februari 2022 dan diundangkan per 1 Maret 2022.

“Jadi memang masih hangat dan harus segera ditindaklanjuti dengan cepat. Dengan demikian Peraturan BRIN tentang Organisasi Riset yang lama telah dinyatakan tidak berlaku. Saya mengucapkan terima kasih pada Plt. Kepala Organisasi Riset (OR) yang lama, yang telah membantu saya selama proses transisi BRIN ini. Selamat kepada 10 (sepuluh) Peneliti Ahli Utama yang diangkat menjadi Kepala OR melalui proses seleksi terbuka, sementara 2 jabatan Kepala OR lain masih ditunjuk Pelaksana Tugas,” ungkap Kepala BRIN.

Dalam arahannya, Kepala BRIN berharap para Kepala OR dapat lekas bekerja menggerakkan Organisasi Risetnya dengan cepat, sinergis, dan kolaboratif karena para SDM Iptek dan masyarakat sudah menunggu hasil kerja atas core business BRIN, serta memberikan dan menggerakkan pelayanan publik yang lebih prima.

“Mohon siap sedia membantu BRIN, melaksanakan tugas dan fungsinya sebaik-baiknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Saya sampaikan kembali fokus Kepala Organisasi Riset dan Pusat Riset adalah manajemen aktivitas risetnya, jadi Bapak/Ibu Kepala OR dan PR tidak diperkenankan bertanggung jawab di luar aktivitas risetnya. Terkecuali bagi Kepala OR yang ada tambahan berkewenangan mengatur anggaran riset dari rumah program riset. Di luar hal itu menjadi tanggung jawab Settama dan Kedeputian,” jelas Handoko.

Adapun pejabat yang dilantik menjadi Kepala Organisasi Riset adalah sebagai berikut:

  1. Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim – Prof. Dr Ocky Karna Radjasa, M. Sc.
  2. Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – Dr. Iman Hidayat, S.Si.
  3. Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan – Puji Lestari, S.P., M. Si., Ph. D.
  4. Kepala Organisasi Riset Kesehatan – Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M. Si.
  5. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora – Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A.
  6. Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat – Dr. Agus Eko Nugroho, S.E., M.Appl.Econ
  7. Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur – Dr. Haznan Abimanyu, Dip.Ing.
  8. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material – Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng.
  9. Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika – Dr. Eng. Budi Prawara
  10. Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa – Dr. Rebertus Heru Triharjanto, B. Eng., M. Sc.

Selain itu juga dilaksanakan pelantikan pejabat fungsional pengalihan dari Kementerian/Lembaga batch kedua berjumlah total 789 orang PNS, yang terdiri atas 641 orang peneliti berbagai jenjang dan 148 orang nonpeneliti.

PNS peneliti pengalihan tersebut dirinci, yakni 60 orang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 217 orang dari Kementerian Kesehatan; 97 orang dari Kementerian Pertanian; 43 orang dari Kementerian ESDM; 8 orang dari BKKBN; 6 orang dari Kejaksaan Agung; 2 orang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika; 2 orang dari Kementerian Hukum dan HAM; 1 orang dari Badan Informasi Geospasial; dan 1 orang dari Sekretariat Jenderal DPR RI.

“Peneliti yang dilakukan pelantikan susulan terdiri atas 2 orang peneliti dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; 1 orang peneliti dari Kementerian Agama; dan 1 orang peneliti dari Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan 148 orang PNS nonpeneliti baik dari pengalihan maupun internal BRIN, terdiri dari: 47 orang Perekayasa; 12 orang Analis Pemanfaatan Iptek; 6 orang Analis Data Ilmiah; 6 orang Penata Penerbitan Ilmiah; 2 orang Kurator Koleksi Hayati; dan 75 Teknisi Litkayasa, semuanya dengan berbagai jenjang,” terang Handoko. (ap)

Sebarkan