Bogor – Humas BRIN, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menekankan kepada seluruh Kepala Organisasi Riset yang baru saja dilantik pada 4 Maret 2022, harus berfikir kreatif dan inovatif dalam mendapatkan pendanaan riset dari luar. Pendanaan riset dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanyalah sebagai trigger untuk mendapatkan pendanaan yang lebih besar.

Kehadiran BRIN sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia menurut Handoko, hendaknya menjadi solusi atas permasalah riset dan inovasi di negeri ini. Selama ini, dominasi pemerintah dalam riset dan inovasi di Indonesia terlalu besar, dan ini berbanding terbalik dengan kondisi di luar negeri.

“BRIN hadir sebagai solusi permasalahan iptek di Indonesia selama ini yang didominasi oleh Pemerintah (80%) dan selebihnya swasta/ pelaku usaha (20%). Idealnya seperti yang terjadi di negara maju peran Pemerintah hanya 20% sedangkan pihak swasta lah yang mengembangkan hasil Iptek sehingga benar-benar berdampak ekonomi,” kata Handoko saat membuka kegiatan Orientasi Kepala Organisasi Riset di Lingkungan BRIN Tahun 2022 di Hotel Aston, Bogor, Selasa (09/03).

Untuk itulah, Handoko mengajak seluruh Kepala Organisasi Riset untuk bersama-sama menciptakan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia yang lebih baik. Integrasi sumber daya dari unit litbang di Kementerian/Lembaga menjadi modal dasar untuk memperbaiki ekosistem dan meningkatkan keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan riset dan inovasi.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/ Bappenas, Subandi menyampaikan, terdapat 15 indikator capaian bidang Iptek yang ditargetkan hingga tahun 2024, seperti jumlah publikasi ilmiah dan sitasi di jurnal internasional, jumlah produk inovasi yang dimanfaatkan industri, pemberian paten (domestik), persentase SDM Iptek berkualifikasi S3, produk inovasi dan produk riset ‘Prioritas Riset’ yang dihasilkan.

“Saya berharap keberadaan BRIN dapat mengintegrasikan seluruh program riset yang selama ini berjalan sendiri-sendiri di kementerian/ lembaga. Selain itu dukungan Iptek dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara sangatlah ditunggu,” ujar Subandi.

Terkait penganggaran riset dan inovasi, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan RI, Putut Hari Satyaka mengatakan bahwa jumlah pagu revisi 5 K/L yang dialihkan ke BRIN TA 2021 adalah sebesar Rp 6.197,2 M dengan realisasi anggaran atau rata-rata penyerapan sebesar 81,6% hampir sama dengan TA 2022, pagu anggaran BRIN ditetapkan sebesar Rp 6.096,6 M.

“Hal ini masih relatif rendah dan sama dengan tahun sebelumnya, karena secara umum pandemi Covid-19 masih menjadi kendala utama dalam merealisasikan anggaran, proses reorganisasi 5 K/L yang dialihkan ke BRIN dan perencanaan kegiatan yang belum dilakukan secara optimal,” ujar Putut (Sugiarti/BRIN)

Sebarkan