Kalimantan Tengah – Humas BRIN, Manfaatkan potensi pertanian yang ada di Kalimantan Tengah, Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) melalui Balai Bioteknologi bekerja sama dengan mitra BRIN Anggota DPR RI Komisi VII Mukhtarudin, ajak kelompok tani di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya dengan teknologi perbanyakan tanaman secara ex vitro, Sabtu (27/11).

Dalam Bakti Inovasi Teknologi Perbanyakan Tanaman Secara Ex Vitro yang dilakukan secara hybrid ini, Anggota DPR RI Komisi VII Mukhtarudin mengatakan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian tidak lagi bisa menggunakan cara lama, melihat saat ini dunia sedang mengalami disrupsi teknologi 4.0.

“Saat ini sektor pertanian kita masih tertinggal dari negara lain. Jika kita masih nyaman dengan cara lama, kita akan semakin tertinggal karena saat ini negara lain berkompetisi untuk membangun sektor pertanian mereka. Untuk itu pengembangan teknologi menjadi penting dan sebuah keharusan. Dengan dukungan pemerintah melalui Balai Bioteknologi BRIN, kita harus memberdayakan teknologi di sektor pertanian yang telah dihasilkan, salah satunya melalui teknologi dengan teknik perbanyakan secara ex vitro,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala OR PPT BRIN Dadan Moh. Nurjaman menyampaikan teknologi ex vitro ini dapat menjadi langkah yang bagus untuk mendukung peningkatan produktivitas varietas tanaman asli Kalimantan Tengah, salah satunya buah alpukat bukit candi.

“Salah satu keberhasilan di dalam peningkatan pertanian adalah produksi pembibitannya. Untuk itu kami menghadirkan teknologi perbanyakan tanaman secara ex vitro ini yang bisa diaplikasikan oleh bapak ibu semua dengan cara yang mudah, murah, waktunya relatif singkat namun bisa menghasilkan benih tanaman yang berkualitas sama dengan induknya. Jika teknologi ini diterapkan pada tanaman asli lokal yakni buah alpukat bukit candi, ini dapat memajukan sektor pertanian di Kalimantan Tengah dan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar,” sebutnya.

Kepala Kantor Balai Bioteknologi OR PPT Anis Herliyati Mahsunah menambahkan, teknologi ini tidak terbatas hanya pada tanaman alpukat saja. “Teknologi ini menggunakan teknik yang bisa dianalogikan seperti mesin foto copy. Kami sudah mengaplikasikannya ke berbagai jenis tanaman hortikultura dan perkebunan seperti tanaman jati, jeruk, kopi, porang, kakao, kentang, lada, hingga tanaman hias seperti anggrek. Karenanya hari ini selain kami berikan pelatihan dan paparan, kami juga menyediakan 150 benih tanaman alpukat, 100 benih anggrek botolan, 50 paket formulasi ex vitro serta pupuk hayati berbahan aktif mikoriza arbuscular untuk bapak ibu coba dirumah nanti,” katanya.

Diharapkan, dengan adanya bakti inovasi ini dapat meningkatkan kemampuan 50 petani yang hadir serta dapat disebarkan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan nilai tambah tanaman alpukat, sehingga kedepannya alpukat asli Kalimantan Tengah dapat semakin dikenal dan menembus pasar ekspor.

Sebarkan