SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 176/SP/HM/BPUK/X/2021

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda dan merayakan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, BRIN melalui Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB–BRIN) bekerja sama dengan Penerbit Kompas meluncurkan dua buku hasil penelitian monumental yang ditulis oleh para peneliti senior di PRMB–BRIN pada Kamis (28/10) bertempat di Gedung Widya Graha Lt.1, Gatot Soebroto, Jakarta. Kedua buku tersebut berjudul Globalisasi dan Transformasi Sosial Budaya dan Membangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya.

Buku Globalisasi dan Transformasi Sosial Budaya merupakan bagian dari hasil penelitian tentang global village, yang mendiskusikan transformasi sosial dan budaya di tengah arus globalisasi, khususnya berkaca pada sejarah dan pengalaman bangsa Indonesia. Buku kedua Membangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya merupakan buku penuh data lapangan dan analisa mendalam atas khazanah kekayaan bangsa. Buku ini secara detail menjelaskan karakter bahasa dan budaya pada beberapa kelompok suku bangsa di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam sambutannya mengungkapkan globalisasi telah melahirkan kenyataan dunia yang tanpa batas (borderless world), yang juga menuntut kita memikirkan ulang tentang batas-batas negara secara tradisional, identitas, kedaulatan dan otonomi sebagai suatu bangsa. “Sejalan dengan proses pada level global, proses pada level nasional dan lokal juga berkelindan sebagai sebuah proses silang budaya, yang di satu sisi memperkaya budaya, namun di sisi lain juga menyimpan tantangan sebagai bangsa untuk mendefinisikan nasionalisme bahasa dan budayanya di tengah serbuan budaya dan bahasa global,” ungkap Kepala BRIN.

Handoko melanjutkan karakter khas yang majemuk dari sisi bahasa dan budaya pada beberapa kelompok suku bangsa di berbagai wilayah Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Kemajemukan tersebut memperlihatkan aspek otentisitasnya di satu sisi, dan sisi lain tampak memperkuat pengaruh akan adanya silang budaya. Aspek terakhir inilah yang memungkinkan jejaring kebudayaan yang membentuk sebuah ikatan kebangsaan menjadi terwujud.

“Nasionalisme budaya dan bahasa di tengah globalisasi merupakan dua terma yang bisa menjadi paradoks, sekaligus saling memberi tarikan dan tekanan dalam masyarakat yang bertransformasi. Dua buku ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, sembilan puluh tiga (93) tahun yang lalu, para pemuda pejuang bangsa bersumpah untuk bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia. kita akan terus mengingat sumpah yang mempersatukan bangsa Indonesia yang berbeda itu dalam semangat-semangat untuk berkarya,” tambah Handoko.

Pada kesempatan yang sama Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan bahwa kedua buku ini memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat terkait bahasa dan budaya bangsa Indonesia. “Penerbitan hasil penelitian melalui buku ini bertujuan agar dapat secara lebih luas didiseminasikan kepada masyarakat. Sayang sekali jika hal yang sangat penting ini hanya dibaca dan diakses kalangan terbatas, dan tidak dapat berpengaruh secara luas kepada masyarakat dan bangsa ini mengenai bahasa dan budaya nasional,” jelas Ahmad Najib.

“Sebagai perwakilan dari BRIN, saya ucapkan terima kasih syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penulis, yang sebagian diantaranya telah wafat dan sudah purna bakti. Semoga nantinya buku ini mendapatkan pembaca yang luas dan tulisan karya ini menjadi amal jariah yang memberi manfaat kepada masyarakat. Terima kasih juga kami haturkan kepada Penerbit Kompas yang telah banyak mendukung,” tutur Ahmad Najib.

Sebagai informasi berikut nama-nama Peniliti PRMB–BRIN yang hasil penelitiannya diterbikan ke dalam dua buku tersebut:

  1. Abdul Rachman Patji;
  2. John Haba;
  3. Muhammad Hisyam;
  4. M. Bashori Imron;
  5. Riwanto Tirtosudarmo;
  6. Azis Suganda;
  7. Sudiyono;
  8. M. Azzam Manan;
  9. M. Alie Humaedi.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional