Bogor – Humas BRIN. Presiden Jokowi telah memandatkan adanya peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang akan diwujudkan melalui pembentukan Manajemen Talenta Nasional. Saat ini, pengembangan Manajemen Talenta Nasional tersebut akan berfokus pada tiga bidang.

“Manajemen Talenta dibagi dalam tiga bidang; riset dan inovasi, seni budaya, dan olahraga,” jelas Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia IPTEK Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edy Giri Rachman Putra dalam Forum Group Discussion Bangun Talenta Muda, Selasa (23/11) yang dihadiri oleh 71 orang di Bogor, Jawa Barat.

Edy Giri mengungkapkan Indonesia akan mencapai bonus demografi dan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045. Oleh karenanya, pembangunan manajemen talenta ini diperlukan untuk menyiapkan generasi muda tanah air. Sebagai pusat fungsi riset dan inovasi nasional, dalam hal ini BRIN berkomitmen kuat turut andil dalam pembangunan manajemen talenta nasional tersebut, khususnya di bidang riset dan dan inovasi.

“Dalam hal ini BRIN sudah menyiapkan program talenta di bidang riset dan inovasi. FGD ini akan membahas bagaiamana menyiapkan program pengembangan talenta ke depan terutama menguatkan kolaborasi dengan Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek (Puspresnas) dalam hal pengembangan talenta muda Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Direktur Manajemen Talenta BRIN Arthur Ario Lelono mengatakan, BRIN sebagai pelaksana manajemen talenta di bidang riset dan inovasi didukung oleh Perpres Manajemen Talenta. “Sesuai dengan Perpres Manajemen Talenta, BRIN mendapatkan mandat untuk mengelola, merancang, dan mendesain manajemen talenta dalam bidang riset, teknologi dan inovasi,” jelasnya.

Terkait hal ini, Arthur menambahkan, BRIN siap mendukung dengan kesediaan SDM periset dan infrastruktur riset untuk merangkul talenta muda khususnya mahasiswa dan diaspora Indonesia. “Pembangunan manusia dan iptek itu kunci pmeliharaan pembangunan. Dan kekuatan riset dan inovasi iptek sendiri ada di SDM unggul untuk kemudian didukung oleh infrastruktur,” sambung Arthur.

Dirinya juga menekankan bahwa pelaksanaan orkestrasi tiga fokus bidang manajemen talenta nasional ini tentu membutuhkan kolaborasi, BRIN sebagai pusat fungsi riset dan inovasi serta Puspresnas terkait bidang olahraga dan seni budaya.

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek, Asep Sukmayadi yang turut hadir menyepakati bahwa berbarengan dengan kebijakan belajar yang dicanangkan oleh pemerintah, pemerintah memiliki tugas besar bagaimana mengidentifikasi potensi-potensi talenta muda nasional. “Arahan Menteri Kemendikbudristek, apa yang kita lakukan harus menjadi bagian dari peningkatan mutu pembelajaran dan menjadikan anak-anak dengan talenta-talenta hebat ini menjadi inspirasi dan tentunya membutuhkan kolaborasi dari semua pihak yang sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing,” imbuh Asep.

Anak-anak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. “Tugas ketalentaan adalah menjamin itu bisa berkembang dan memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan daya saing bangsa,” pungkasnya. (iz/edt:yt)