Bandung – Humas BRIN. Kemampuan menulis para guru sangat penting, agar bisa berbagi pengalaman kepada anak didiknya dalam memajukan karya – karya ilmiah. Kepala Pusat Riset Teknologi Pertambangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anggoro Tri Mursito mengatakan BRIN sebagai lembaga riset pemerintah juga berperan penting dalam upaya pembinaan talenta muda.

“Dengan pelatihan ini, saya berharap bapak dan ibu bisa memperoleh bekal wawasan tentang teknik menulis dengan benar, sehingga bisa ditularkan kepada para siswa di sekolah selaku generasi penerus bangsa,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk Guru SMA sederajat di Bandung, Kamis (16/06).

Dede Heri Yuli Yanto, pemateri dalam pelatihan tersebut, menjelaskan menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) perlu didasari data hasil penelitian yang dilakukan untuk mengkaji suatu permasalahan. Penelitian dibutuhkan untuk membangun cara berpikir ilmiah. Sebab, tujuan penelitian adalah untuk mencari solusi dan kebaruan menggunakan metode ilmiah yang baku dan tuntas.

Dede mengajak peserta pelatihan agar lebih mendalami prinsip dasar penulisan sampai ke ruhnya. Dia memberikan paparan mengenai pengantar menulis KTI, strategi menulis KTI yang berkualitas, sampai dengan praktik menyusun KTI yang ia pandu dengan membentuk kelompok. Lalu Dede juga mengajak peserta untuk membahas hasil kerja kelompok dengan memberikan kiat – kiat berupa kisi – kisi penulisan serta mencari gagasan yang menarik.

“Kalau itu kita bangun, maka dengan sendirinya akan mendorong karir kita dengan lebih mudah,” tuturnya. Namun menurutnya, itu semua kembali kepada kualitas pendidikan. Untuk itu ia mendorong agar peserta terus meningkatkan kualitas yang tentu saja tetap mengikuti aturan yang diterapkan.

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama dengan Komisi VII DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI, Diah Nurwitasari sangat mendukung upaya BRIN dalam meningkatkan kemampuan para pengajar untuk memajukan dunia pendidikan. Menurutnya, penelitian bukan sekadar gagasan, tetapi juga menyajikan suatu karya sejarah.

Diah berharap, peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuannya di dalam menulis. “Dengan demikian, para tenaga pendidik ini bisa menularkan semangat bagi anak – anak generasi muda agar bangsa ini mempunyai keunggulan. Sehingga Ia kuat bersaing di kancah global,” ungkapnya. Hal tersebut menjadi tantangan bagi mereka yang terjun di dunia penelitian. Apalagi, baginya, di era global ini semua unsur masyarakat punya peran.

Turut hadir memberi sambutan, Ajat Sudrajat, perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Wilayah VIII Bandung dan Sumedang. Ia berpendapat kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan reward bagi para peserta di dalam menambah dan mengembangkan wawasan pengetahuan di dunia penulisan.
“Jika bicara tentang KTI, kita diingatkan pada jabatan dan golongan. Bahkan KTI ini sangat diperlukan di dalam mendongkrak penilaian Angka Kredit para guru,” ujarnya. Ia lantas berharap agar para peserta bisa menindaklanjutinya dengan mengembangkan potensi tersebut sebagai sarana pengembangan diri di dalam karirnya.

Gungun Gunawan selaku perwakilan tokoh masyarakat juga berharap, kegiatan tersebut merupakan sarana transformasi di dalam mengikuti perkembangan zaman. “Saat ini kita semua dituntut, mau tidak mau, harus mampu menguasai teknologi,” tegasnya.

Maka Ia ingin agar semua guru sebagai tenaga pendidik mahir dalam menggunakan teknologi untuk mendukung dan memperlancar kerjanya di dalam menulis KTI. “Bapak dan Ibu harus siap bersinergi, berkolaborasi, bertransformasi, serta berekspresi dan bereksplorasi di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” imbuhnya menutup sambutan. (and/ed:jml)

Sebarkan