Jakarta – Humas BRIN. Perkembangan teknologi digital semakin pesat. Potensi ini dapat  dimanfaatkan untuk membangun ekosistem digital di berbagai sektor. Kesempatan itu dimanfaatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang menggandeng Telkom Indonesia berkolaborasi riset untuk mendukung pengembangan tersebut. Kamis (9/06), di Jakarta, berlangsung penandatanganan naskah Kerja Sama Penelitian antara Pusat Riset Makro dan Keuangan (PREKM), BRIN dan Indonesia Telecommunication Digital Research Institute (ITDRI) PT. Telkom Indonesia.

Kolaborasi riset yang dimaksud untuk mengembangkan tiga sektor prioritas. Sektor riset yang akan dikolaborasikan yaitu bidang perikanan, agribisnis, dan pariwisata berbasis penerapan teknologi. Didasari kebutuhan tersebut, kedua pihak fokus mencari solusi yang mempunyai dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, berbasis riset.

Kerja sama ini berawal dari temuan riset ekonomi tahun 2021 yang dilakukan PREKM. Sebagaimana penjelasan Tim Leader Project untuk kerja sama PREKM, Bahtiar Rifai yang telah melakukan survei atau wawancara terhadap 33 perusahaan skala besar dan 600 industri kecil menengah yang untuk mengetahui prosentase penggunaan teknologi digital baik impor maupun lokal.

Bahtiar menjelaskan, kolaborasi riset ini direncanakan dalam waktu 6 bulan dan akan ditindaklanjuti sesuai skema 3 tahap pengembangan. Tahapan tersebut mulai dari studi dasar dan validasi teknologi BRIN, desain program dan promosi kolaborasi, lalu sampai pada tahap implementasi.

Naskah tersebut ditandatangani oleh Senior General Manager Telkom Corporate University Center & Chairman of ITDRI, Jemy V. Confido dan Kepala PREKM, Zamroni. Seremoni penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, M. Rijal Kamal dan Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, Agus Eko Nugroho.

Rijal berharap banyak terhadap implementasi kerja sama yang dijalin antara BRIN dan Telkom. “Banyak potensi program yang bisa dibina bersama, ini kesempatan agar sektor bisnis bisa masuk ke program pemerintah untuk percepatan anggaran,” ungkapnya beralasan. Menurutnya, inovasi dan bisnis harus berjalan beriringan menuju visi pembangunan ekonomi Indonesia tahun 2024. Sebab, baginya, BUMN bisa mendorong teknologi baru yang tentu saja didukung pengembangan riset dari pemerintah agar lebih maju lagi.

Setuju dengan pendapat Rijal, dalam sambutannya, Agus meminta dukungan dari berbagai pihak terhadap pencapaian program kerja sama tersebut. Di era globalisasi ini, aspek digital sangat berpengaruh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan lebih cepat. “Harapan saya untuk mencapai Indonesia emas 2045, kitab isa menemukan sumber – sumber pertumbuhan baru ekonomi di semua aspek, termasuk keragaman di alam kita,” harapnya.

Zamroni selaku pihak pelaksana program mengungkapkan adanya beberapa tahapan dalam kerja sama mulai dari pemetaan permasalahan sampai dengan implementasi program yang fokus kegiatannya pada sektor agribisnis (tembakau), perikanan (Kawasan mandalika), serta pariwisata (desa wisata).

Ia berusaha meningkatkan kolaborasi yang menghasilkan nilai tawar dan inovasia yang bermanfaat dari kerja sama yang dihasilkan kedua pihak. “Caranya dengan pengembangan pengetahuan di BRIN, juga pemanfaatan teknologi dari Telkom,” ujarnya dengan berharap konsep tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Sehingga cara ini bisa dibilang sebagai kontribusi nyata pemerintah ke bangsa ini.

Untuk itu, mewakili ITDRI, Jemy mempunyai harapan besar agar lebih startegis lagi fungsi riset di Telkom. “Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal yang baik. Tidak hanya menuntaskan agenda 6 bulan, tapi juga menjadi suatu keberlangsungan,” tegasnya. Sehingga, dalam skala lebih luas, implementasinya benar – benar bisa memberi dampak kepada kesiapan kemandirian bangsa Indonesia menghadapi era revolusi industri atau digital revolution.

“Sehingga kolaborasi seperti ini akan membuat banyak pihak di negara kita semakin menyadari bahwa satu-satunya cara agar bangsa kita bisa mengejar berbagai ketertinggalan di bid teknologi yaitu dengan cara saling berkolaborasi satu sama lain,” imbuhnya. Menurutnya, dengan adanya BRIN, pihaknya bisa berada dalam satu ekosistem riset inovasi dan teknologi yang saling memperkuat. Maka ia yakin, hasilnya akan meningkatkan level bangsa Indonesia baik dari sisi kesiapan teknologi hasil karya inovasi maupun kesipaan talentanya. Sehingga Indonesia bisa lebih diunggulkan lagi dibanding negara – negara lain dalam tataran teknologi. (and/ ed: drs)

Sebarkan