Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan dukungan kepada Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi yang menerapkan pembelajaran jarak jauh. Hal ini disampaikan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam diskusinya bersama unsur pimpinan UT, Jakarta Selatan, Rabu (19/01/2022).

Menurut Handoko, UT merupakan Perguruan Tinggi Kampus Merdeka yang sesungguhnya, karena sejak tahun 1984 sudah menerapkan sistem remote learning dan resources sharing. Hal yang sama, saat ini sedang diinisiasi di BRIN yang nantinya dapat dikerjasamakan dengan UT.

Sebagai lembaga riset di Indonesia, BRIN berkomitmen akan memfasilitasi kegiatan riset tidak terkecuali bagi UT yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.  “Fasilitas riset yang dimiliki BRIN dan tersebar di banyak lokasi dapat dimanfaatkan oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT baik oleh para dosen maupun mahasiswa untuk melakukan riset,” kata Handoko.

Kegiatan riset menurut Handoko, tidak terlepas dari aktivitas kampus, riset yang berkelanjutan setidaknya harus melibatkan kampus. Oleh karena itulah sebagian besar kegiatan riset di BRIN bergandengan dengan kampus.

Handoko menjelaskan, secara umum program riset BRIN meliputi tiga hal yakni, pertama, mengembangkan SDM berbasis riset. SDM menjadi bagian penting dalam kegiatan riset, baik buruknya kualitas hasil sebuah riset sangat ditentukan oleh kualitas SDM risetnya.

“Apabila kita tidak bisa menciptakan kualitas SDM riset yang baik maka hasil riset yang dilakukan tidak akan bisa kemana-mana. Artinya hasil risetnya tidak berkualitas,” tambahnya.

Kedua, melengkapi infrastruktur sebagai prasarana riset. Infrastruktur riset yang dimiliki BRIN yang tersebar di banyak wilayah ini berbasis open platform, yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang akan melakukan riset.

Ketiga, membuat berbagai program fasilitasi riset yang dapat dimanfaatkan oleh para periset  baik dari dalam maupun luar BRIN. “Tujuan akhir dari skema fasilitasi ini adalah untuk membentuk atau membangun kapasitas para periset itu sendiri,” tuturnya.

Hal ini sejalan dengan program nasional manajemen talenta yang telah dicanangkan oleh pemerintah. BRIN ditunjuk sebagai koordinator di bidang manajemen talenta riset dan inovasi.

Untuk itu, Handoko berharap segera dibuatkan kerja sama antara BRIN dengan UT sebagai upaya mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Melalui program MBKM ini BRIN akan memfasilitasi para mahasiswa yang akan melakukan riset baik dalam bentuk magang atau mengerjakan penelitian untuk keperluan menyelesaikan tugas akhir,” tambahnya.

Keterlibatan para periset dari luar BRIN ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kegiatan riset di Indonesia. Melalui fasilitasi pendanaan yang disiapkan BRIN, diharapkan semakin banyak talenta riset bermunculan dan menghasilkan banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rektor UT, Ojat Darojat mengatakan, program BRIN relevan dengan kondisi UT yang merupakan perguruan tinggi yang mengedepankan pembelajaran jarak jauh. Keberadaan UT di tengah masyarakat mampu menjawab beberapa keterbatasan yang dihadapi masyarakat terhadap keterjangkauan perguruan tinggi.

Ojat menuturkan, dengan hadirnya UT di 500 Kota dan Kabupaten di seluruh provinsi di Indonesia dan 50 negara, membuat masyarakat Indonesia dapat melanjutkan jenjang pendidikannya tanpa harus pergi ke daerah tertentu.

“Atas berbagai keterbatasan keterjangkauan masyarakat terhadap perguruan tinggi, pemerintah mendesain perguruan tinggi negeri dengan metode pengajaran yang berbeda bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, sehingga masyarakat mempunyai hak yang sama terhadap akses perguruan tinggi,” kata Ojat.

Keberadaan UT di seluruh wilayah Indonesia menurut Ojat, dapat diartikan bukan masyarakat yang mendekati kampus, melainkan kampuslah yang hadir mendekat kepada masyarakat. Dengan kondisi inilah, UT dijadikan mitra strategis bagi pemerintah dalam meningkatkan kompetensi SDM di Indonesia.

Dewan Pengawas UT, Ainun Naim mendorong agar UT segera mewujudkan berbagai skema fasilitasi yang ditawarkan oleh BRIN sebagai upaya meningkatkan kompetensinya di bidang riset dan pengembangan iptek. “Beberapa skema yang telah diuraikan oleh BRIN penting untuk segera ditindaklanjuti secara teknis operasional dan disosialisasikan kepada seluruh civitas akademik UT untuk bersama-sama menindaklanjuti sinergi antara BRIN dan UT,” kata Ainun. (pur)

Sebarkan