Sulawesi Selatan – Humas BRIN. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah harus terus diperjuangkan dengan harapan dapat memberikan dukungan dan kontribusi pada pembangunan nasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan Komisi VII, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar kegiatan penyusunan proposal penelitian untuk mahasiswa di Kabupaten bone, Sulawesi Selatan, Rabu (22/12). Hal terpenting di dalam kegiatan penelitian adalah kita harus memiliki niat dan mau belajar dengan ide-de kreatif yang beragam untuk melakukan kegiatan.

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito mengatakan, pelatihan penyusunan proposal penelitian untuk mahasiswa merupakan suatu program besar, BRIN yang mendapatkan dukungan berupa kegiatan Bakti Inovasi dari Komisi VII DPR RI. “Membuat sebuah kegiatan riset dan inovasi yang baik itu di mulai dari bagaimana menyusun struktur sebuah perencanaan kegiatan penelitian berupa penyusunan proposal penelitian,” ujar Mego.

Ia menyampaikan bahwa BRIN mendapatkan kesempatan hari ini untuk bertemu dengan mahasiswa yang ada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan untuk berbagi pengalaman, berbagi ilmu pengetahuan melalui narasumber dari peneliti BRIN. Bersama meningkatkan kegiatan riset dan inovasi di tempat kita masing-masing, terutama di daerah Bone, Sulawesi Selatan yang kita inginkan tentunya dengan standar yang sama.

Anggota Komisi VII, DPR RI, Andi Yuliani Paris yang membuka acara tersebut menyampaikan bahwa gagasan dengan BRIN diperlukan karena, bangsa ini akan maju, apabila SDMnya juga maju, SDM itu bukan saja knowledge tetapi diperlukan juga attitude.

Pelatihan hari ini penting dengan menghadirkan narasumber dari peneliti BRIN. “Hal ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas penelitian,” ujar Andi Yuliani Paris dalam sambutan pembukaannya.

Ia juga menekankan kepada mahasiswa perlu belajar eksperimen sains, dan jangan sekedar lulus, tetapi harus lulus dengan nilai excellent untuk menghargai diri kita sendiri. Semangat terus  mahasiswa, teruslah belajar untuk masa depan Indonesia, karena masa depan Indonesia ada di tangan mahasiswa.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya BRIN, Joko Ridho Witono, selaku narasumber mengatakan bahwa  proposal penelitian merupakan pemikiran dalam bentuk tulisan rencana kerja tentang langkah-langkah yang akan dilakukan: pendekatan pemikiran latar belakang hingga langkah-langkah ilmiahnya dan mengenai cara kegiatan tersebut yang akan dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan, kebutuhan dana dan SDM yang terlibat agar terlaksana dengan baik, benar, tepat sasaran, dan tepat waktu.

Kegiatan pelatihan yang sama dilakukan di waktu bersamaan di The Novena Hotel. Narasumber kegiatan tersebut, peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biomaterial BRIN, Khoirul Himmi Setiawan mengatakan bahwa betapapun hebat hasil penemuannya hanya bernilai jika dilakukan dengan jujur, baik dalam hal pengumpulan data maupun analisa dan interpretasi data. Peneliti bisa melakukan kesalahan, tetapi tidak boleh berbohong.

“Dalam menyusun kegiatan proposal penelitian, perlu memperhatikan teknik penulisan proposal, yaitu  judul, abstrak, kata kunci pendahuluan, tinjauan pustaka/landasan teori, metodologi penelitian, referensi dan daftar pustaka,” rinci Himmi.

Di dalam pelatihan ini, mahasiswa juga dibagi menjadi beberapa kelompok, dan diberikan tugas membuat proposal penelitian, serta hasilnya di presentasikan. Kegiatan yang dihadiri oleh total 182 mahasiswa dari berbagai universitas di Bone, Sulawesi Selatan.(dr,ks).

Sebarkan