Jakarta – Humas BRIN. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2022 akan dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sebelumnya survei yang mulai digelar sejak tahun 1987 itu, dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN).

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyambut positif perpindahan pelaksanaan SDKI Tahun 2022 tersebut. Menurutnya, BRIN akan lebih baik dalam menangani SDKI. Terutama dengan menggunakan mekanisme dan metodologi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Serta penggunaan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan survei.

“Jadi saya kira survei ini akan jauh lebih sukses, terutama validitas survei akan jauh lebih baik. Kami menyampaikan terima kasih kepada BRIN dan BPS, dan kementerian terkait, yang sudah memudahkan persiapan perpindahan pelaksanaan survei SDKI ini ke BRIN,” ungkap Hasto dalam acara “Kick Off SDKI Tahun 2022” di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo Gedung BJ Habibie Jakarta, Kamis (16/6).

Menurut Hasto, BKKBN sendiri sangat menunggu hasil survei SDKI Tahun 2022. Dia menyebutkan Survei SDKI sangat penting bagi BKKBN, untuk mengukur indikator kinerja yang dapat terukur melalui survei ini. Tanpa adanya SDKI, pihaknya akan kesulitan dalam mengukur capaian-capaian kinerja yang rutin dilakukan setiap tahun.

“Ada beberapa ukuran hasil yang kami tunggu dari survei ini. Diantaranya, dengan adanya pandemi, kita mengalami kendala pelayanan kontrasepsi sehingga modern contraceptive prevalence rate (mCPR) yang semula di angka 57,8 persen mengalami stagnan dan penurunan, kami juga ingin mengevaluasi setelah BKKBN melakukan gerakan pelayanan yang langsung ke masyarakat, setelah adanya perubahan pelayanan kontrasepsi yang dulu di faskes sekarang dilakukan oleh bidan praktek swasta,” bebernya.

Pada SDKI Tahun 2022, lanjut Hasto, ada indikator baru yaitu indikator pembangunan keluarga (ibangga). Dia berharap data ini sebagian tercermin dari hasil SDKI ini, bagaimana membangun keluarga berkualitas itu yang tentram, bahagia, dan mandiri tertuang dalam satu indeks. “Ini merupakan indikator baru. Kami juga memiliki pendataan keluarga dan ini bisa di-crosscek dengan hasil SDKI tahun 2022,” ucapnya.

Dengan adanya tugas baru BKKBN, untuk menangani masalah stunting. BKKBN juga ingin mengukur terkait dengan jarak interval melahirkan yang juga berkorealisasi dengan stunting dan autism. Dimana, saat pandemi membuat akses kurang didapat oleh masyarakat dan outlet pelayanan juga menurun. Dari 4,8 juta yang melahirkan di indonesia hanya 2,9 persen yang langsung mengikuti KB. “Ini yang juga kita ingin evaluasi dengan surei. Dimana survei ini juga menjadi salah satu acuannya. Ini juga dalam rangka mendukung penciptaan SDM unggul,” ucapnya.

Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo menjelaskan dalam memenuhi global statistical bussiness process model, SDKI 2022 telah disusun melalui serangkaian tahapan perencanaan survei, mencakup identifikasi kebutuhan data, membangun rancangan survei dengan metodologi yang diharapkan menghasilkan indikator demografi dan kesehatan pada tingkat nasional dan provinsi. Serta mengacu pula pada demographic health survey programme yang dapat dibandingkan secara internasional.

Selanjutnya SDKI Tahun 2022, akan menerapkan pula aplikasi assited personal interviewing yang menggantingkan penggunaan paper, yang selama ini dilaksanakan. Pengumpulan data SDKI dilaksanakan di 34 provinsi dengan sampel sebanyak 2080 blok sensus, yang mencakup daerah perkotaan dan perdesaan.

Dengan target responden yang terdiri dari wanita usia subur, pria kawin dan remaja pria. Kerangka sample menggunakan master sampel blok sensus dari hasil sensus penduduk long term 2020 yang saat ini sedang dilaksanakan. “Dalam tahapan persiapan SDKI ini, telah dilaksanakan serangkaian workshop dan pelatihan yang akan terus dilakukan sampai akhir Juni, untuk memberi pengarahan dan pendidikan kepada master instruktur utama, instruktur utama, dan instruktur nasional,” ungkapnya. (jml)

Sebarkan