Bali – Humas BRIN. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko  melaksanakan serangkaian kunjungan kerja di Bali, Jumat-Sabtu (20-21/5).

Kunjungan hari pertama bertemu Gubernur Bali Wayan Koster, membahas tentang tindak lanjut pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Handoko menyatakan BRIDA dapat menjadi agen penghubung pengembangan riset di daerah. “BRIDA dapat menjadi solusi bersama BRIN untuk menyelesaikan permasalahan daerah, sehingga bisa didapati solusi berbasis ilmiah yang diperlukan untuk pemecahan masalah tersebut,” ungkap Handoko.

Pertemuan yang dilaksanakan dirumah jabatan Gubernur Bali tersebut juga membicarakan mengenai pengalihan aset infrastruktur dan sumber daya manusia BRIN yang bergerak di bidang teknologi dan industri kreatif keramik (BTIKK) yang ada di Bali ke BRIDA.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik kunjungan tersebut, dan menyampaikan apresiasinya untuk menindaklanjuti dan segera memproses kesepakatan pengalihan sesuai ketentuan yang berlaku. “Tentunya dengan dialihkannya ke BRIDA, akan sangat bermanfaat untuk pengembangan industri dan UMKM di Bali,” jelas Koster.

Untuk diketahui, lahan eks BTIKK merupakan milik pemerintah daerah provinsi Bali, untuk itu BRIN akan menyerahkan segala infrastruktur dan SDM-nya ke Pemerintah Provinsi Bali secara kolektif. Ada dua syarat yang disepakati dalam pertemuan tersebut yaitu pertama tusi dari balai keramik harus dilanjutkan karena sesuai dengan kebutuhan daerah. Kedua semua sivitas diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan untuk pindah ke BRIDA atau tetap di BRIN.

Kunjungan kerja dilanjutkan untuk meninjau fasilitas riset di Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) di Perancak-Jembrana dan Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan di Gondol-Buleleng. Kesempatan tersebut juga digunakan untuk berdiskusi dan tanya jawab dengan para peneliti.

Handoko menjelaskan bahwa fasiltas riset BRIN harus menjadi center of excellent yang sangat spesifik dan bukan menjadi cabang dari yang lain. Tidak akan ada 2 (dua) lokasi yang melakukan hal yang sama atau serupa, karena Center of excellent  hanya cukup satu di satu negara.

Handoko menyatakan bahwa hasil riset yang dihasilkan, nantinya akan disebarkan ke berbagai wilayah tidak harus oleh BRIN namun bisa dilakukan oleh kementerian lembaga lain, Pemerintah Daerah atau bahkan oleh UMKM dan Industri.

Hari kedua kunjungan kerja Kepala BRIN di Bali dilanjutkan meninjau Kebun Raya Bali-Bedugul, Balai Arkeologi Bali di Denpasar dan diakhiri kunjugan di eks Balai Teknologi Industri kreatif keramik (BTIKK). Pada kunjungan tersebut Laksana Tri Handoko menyampaikan hasil kesepakatannya pembicaraan dengan Gubernur Bali sehari sebelumnya. (yul, gws, igp)

#ReformasiBirokrasiBRIN #ProfesionalOptimisProduktif

Sebarkan