Subang – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai negara. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) dalam sambutannya pada Webinar Internasional bertema ‘Appropriate Technology 4.0 : State of The Art and Future Trends for Sustainable Living’ pada (10/11).

“Rencananya BRIN akan lebih diperluas dengan integrasi dan kerjasama dengan akademisi, peneliti, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dari negara lain,” ungkap Agus.

Salah satu riset integrasi dan kolaborasi yang akan diperluas adalah pengembangan teknologi tepat guna. “Salah satunya adalah pengembangan teknologi tepat guna dengan teknologi 4.0,” jelas Agus.

Agus menjelaskan bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi di era 4.0 akan memberikan serangkaian solusi dalam kebutuhan informasi. “Perkembangan teknologi era 4.0 memberikan solusi atas akses kebutuhan informasi yang berkembang di sebagian besar masalah kehidupan,” jelasnya.

Teknologi 4.0 juga secara dramatis meningkatkan tingkat keseluruhan aspek industrialisasi, informasi, dan digitalisasi manufaktur. “Hal tersebut bertujuan untuk mencapai efisiensi, kompetensi, dan daya saing yang lebih besar terutama pada pengembangan teknologi tepat guna,” ujarnya.

Webinar internasional merupakan salah satu media berkolaborasi antar negara di masa pandemi. “Masih adanya Pandemi Covid 19 dimungkinkan adanya benchmarking internasional serta integrasi dan kolaborasi salah satunya melalui webinar internasional,” ucapnya.

Agus meyakini bahwa bermula dari kolaborasi webinar internasional dapat membuka kolaborasi yang baru. “Saya percaya webinar atau sharing session ini akan menjadi pengalaman yang membuka mata bagi para peserta dan melahirkan kolaborasi baru,” jelasnya.

“Saya berharap sesi upaya kolaboratif melalui webinar internasional akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (ecp/ed:rm)