Magelang, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Komisi VII DPR RI melaksanakan acara Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Rabu (3/11), di Atria Hotel Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan pelatihan penyusunan KTI ini diikuti sebanyak 50 guru yang ada di Magelang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bakti Teknologi, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-26. Tema yang diangkat dalam perayaan Hakteknas tahun 2021 ini adalah Integrasi Riset untuk Indonesia Inovatif. BRIN juga terus menerus melakukan berbagai terobosan untuk melahirkan dan melaksanakan program dalam rangka meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi bagi masyarakat dan UMKM. Berbagai program yang sedang berjalan diantaranya diseminasi teknologi dan inovasi untuk UMKM, diseminasi teknologi ke masyarakat dan desa berinovasi.

Plt. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM, BRIN Hardi Julendra berharap dengan mengikuti pelatihan ini, para guru di Magelang mampu memenuhi standar mutu sebuah KTI yang ditetapkan pada jurnal terindeks global, dan mampu mempublikasikan KTI pada jurnal-jurnal ilmiah yang bermutu bereputasi nasional bahkan bertaraf internasional.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para guru di Magelang semakin termotivasi untuk mengaplikasikannya dalam riset untuk kepentingan daerahnya bahkan nasional,” tambahnya.

Hardi juga menyebutkan melalui program ini terjadi nilai tambah pada produk/jasa unggulan daerah sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan sekaligus berkontribusi pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding yang hadir pada kegiatan pelatihan tersebut, mengungkapkan dengan pengembangan fokus pemerintah dan kerja sama yang erat antara instansi pemerintah, swasta, maupun komunitas sangat diperlukan untuk membangun talenta di semua aspek, salah satunya dan melalui pendidikan dan pengembangan karakter.

“Kita harapkan melalui program ini ekosistem penelitian, pengembangan dan penerapan Iptek dan juga hasil-hasil litbang di daerah dapat menjadi semakin baik guna mendukung pertumbuhan ekonomi negara menuju kesejahteraan di Indonesia,” ujar Kadir.

Kadir juga menambahkan harapan semoga penelitian dan inovasi dari daerah, bisa dimanfaatkan masyarakat. Sehingga tidak hanya berakhir menjadi buku atau disertasi. “Kegiatan ini membuka kesempatan untuk membangun jaringan dengan kolega-kolega baru dan berdiskusi dengan para narasumber BRIN dapat dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

Peneliti Pusat Riset BRIN, Muhammad Adly Rahandi Lubis yang hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan penulisan KTI merupakan salah satu tahapan dalam pengembangan Iptek.

Menurut Adly, jika hasil penelitian yang tidak ditulis sesuai dengan kaidah penulisan KTI, maka pesan dan informasi  yang ingin disampaikan tidak akan dimengerti oleh para pembaca. Hal ini dapat menganggu proses diseminasi hasil penelitian.

“Sangat penting bagi para guru untuk mengetahui bagaimana cara penulisan KTI sesuai dengan kaidah yang berlaku, agar nantinya dapat diajarkan kepada anak didik,” tutur Adly.

Adly menjelaskan penelitian terbagi menjadi penelitian dasar (1-3) dan penelitian terapan (4-9), dimana penelitian tersebut harus Feasible, Interesting, Novel, Ethical, dan Relevant (FINER) agar dapat dilakukan. Suatu penelitian dilakukan berdasarkan metode penelitian yang disusun secara sistematis dan dapat dilakukan dengan metode kuantitatif serta kualitatif. Metode penelitian tersebut dituangkan dalam “Proposal Penelitian bersama dengan Judul, abstrak, pendahuluan, dan tinjauan pustaka,” pungkasnya. (whp/ed: dr)