Jakarta, 8 Desember 2021, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penghargaan kepada peneliti muda Indonesia melalui ajang BRIN Young Scientist Awards (BYSA), Kamis (09/12). Penerima BYSA tahun 2021 adalah Kiki Adi Kurnia, Ph.D., Dosen Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam sambutan pada acara Penganugerahan Pemenang BYSA mengatakan bahwa BYSA hadir menjadi salah satu platform bagi pemerintah untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi penelitian yang dimiliki oleh peneliti muda baik di tingkat nasional maupun global. Dari 100 aplikan yang masuk dari berbagai organisasi, Kementerian hingga Universitas di seluruh Indonesia, telah terpilih satu orang peraih BYSA yang konsisten berkarya di bidang penelitiannya yang dilihat dari paramater tingginya H-Index SCOPUS, Google Scholar, jumlah sitasi, serta rentetan prestasi dan rekomendasi dari instansi dimana dia bekerja.

“BYSA merupakan salah satu bentuk apresiasi BRIN bagi peneliti-peneliti muda dengan usia maksimal 40 tahun, yang berprestasi dan konsisten dalam melakukan penelitian,” tambah Handoko.

Dijelaskan Handoko, menjadi peraih BYSA bukan berarti menjadi pemenang. Namun, menjadi langkah awal untuk memberikan inspirasi kepada peneliti muda lainnya untuk terus berkarya.

Selain itu, harus menjadi pemantik bagi kolaborasi penelitian-penelitian di masa depan, serta menjadi  berita kepada masyarakat awam bahwa bangsa kita punya seorang ilmuwan, periset yang mampu menjadi penerus ilmuwan-ilmuwan Indonesia di masa yang akan datang. Bukan hanya pengembangan di bidang keilmuan, diharapkan juga mampu memberikan kontribusi signifikan kepada masyarakat.

“Selamat kepada penerima BYSA 2021. Semoga tetap berkarya dan menjadi pelita nalar bagi dunia riset saat ini,” pungkas Handoko.

Jejak rekam penelitian Kiki Adi Kurnia pun tercatat dengan sangat baik. Hingga tahun 2021, sebanyak 68 paper ilmiah di jurnal-jurnal internasional berimpak tinggi dan terindeks Scopus telah ia torehkan baik sebagai penulis pertama maupun penulis pendamping.

Kiki Adi Kurnia mempunyai H-Index Scopus: 27 dengan sitasi: 1750, sementara di Google Scholar, tercatat dengan H-Index: 30 dan sitasi: 2186. Hal ini tak mengejutkan mengingat Kiki Adi Kurnia aktif berkolaborasi dengan banyak institusi di dunia sebagai kolega meneliti dan menulis bersama.

Kiki Adi Kurnia menyelesaikan pendidikan S1 Tahun 2006 di ITB pada Fakultas MIPA Program Studi Kimia, S2 Tahun 2008 di Universiti Teknologi Petronas pada Fakultas Teknik (Engineering) Program Studi Teknik Kimia, dan S3 Tahun 2011 di Universiti Teknologi Petronas pada Fakultas Teknik (Engineering) Program Studi Teknik Kimia. Kiki Adi Kurnia yang menjadi dosen peneliti di Departemen Teknik Kima ITB sejak Juli 2021 ini antara lain mendapat penghargaan Top Researcher 2020 Universitas Airlangga, Outstanding Student Chapter Advisor 2018 American Institute of Chemical Engineers, Pittsburgh, United State of America, dan Silver Award in Teaching and Learning Innovation 2018, 5th International Innovative Practices in Higher Education Expo. Sebagai peraih BYSA Tahun 2021, Kiki Adi Kurnia menerima tanda penghargaan dan sertifIkat dari BRIN serta uang sebesar 50 juta rupiah dari BRI.

Kiki Adi Kurnia mengatakan bahwa hasil yang ia dapatkan sekarang ini bukan suatu hal yang jadi dalam semalam suntuk seperti Sangkuriang. Tetapi merupakan suatu proses suatu hasil dari 20 tahun yang lalu. Bukan hanya passion, bukan hanya ketekunan, bukan hanya kesabaran yang bisa membawa saya ke titik poin seperti ini, tetapi juga doa dan dukungan dari rekan-rekan serta keluarga selama ini.

“Award ini bukan hanya untuk saya sendiri. Award ini untuk membuktikan bahwa dengan konsistensi dalam melakukan penelitian, saya bisa mencapai pada tahap seperti ini,” kata Kiki.

“Semoga ini bisa memberi semangat bagi rekan-rekan peneliti muda untuk dapat terus semangat, untuk lebih tetap memiliki passion. Jangan pernah menyerah, terus lakukan yang terbaik dengan kondisi apapun,” pesannya. (tb/edt.yt)

Sebarkan