Jakarta – Humas BRIN, Peringatan 30 tahun Kerja Sama ASEAN-China membawa potensi besar bagi kepentingan regional dan berbagai entitas di dalamnya. Sebagai kerja sama strategis yang meliputi cakupan wilayah darat dan laut dengan penduduk lebih dari enam miliar orang, tentu saja Kerja Sama ASEAN-China dapat dilihat sebagai salah satu kerja sama internasional yang berpengaruh di dunia saat ini. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku focal point Indonesia dalam kerja sama regional ASEAN Committee on Science, Technology and Innovation (COSTI) turut ambil bagian pada pertemuan The Special Session of ASEAN China Ministerial Meeting on Science, Technology and Innovation (ASEAN China MMSTI 2021), Selasa (14/12).

“Indonesia melalui BRIN sebagai Lembaga setingkat Kementerian yang membawahi semua program, kebijakan dan fasilitasi Science, Technology and Innovation (STI) di Indonesia (termasuk menyediakan kebijakan publik berbasis sains) serta segala upaya untuk meningkatkan pemanfaatannya, sangat mendukung pelaksanaan ASEAN-China Plan of Action on a Closer Partnership of Science, Technology and Innovation for Future (ACPASTI 2021-2025),” terang Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra.

Melalui pertemuan ini Edy Giri menyampaikan minat mendalam Indonesia dalam kaitan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang sains, teknologi dan inovasi. Edy melihat, peningkatan kompetensi khususnya pada generasi muda harus dikejar melalui kerja sama pada berbagai skema dan tingkatan antar daerah atau pun negara-negara untuk menciptakan masyarakat ASEAN-China masa depan yang berbasis sains, teknologi dan inovasi.

“Diharapkan SDM ini nantinya mampu menjadi pemeran utama perkembangan industri yang berpikiran terbuka dan memiliki semangat tinggi untuk berkreasi menciptakan inovasi yang bermanfaat. Termasuk lahirnya industri berbasis sains, teknologi dan inovasi yang mendukung Digital, Green and Blue Economy Platform yang telah dirintis di Indonesia,” ucap Edy.

Indonesia melalui BRIN berkomitmen mendukung program mobilitas riset bagi ilmuwan dan peneliti, di mana melalui program seperti ini diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan yang mengarah terhadap produksi produk yang berdaya saing global. “Indonesia memberikan perhatian lebih guna mengembangkan lebih banyak kerja sama strategis yang beragam,” lanjut Edy.

“Kondisi dunia menjadi lebih dinamis, dan telah bergeser ke era digital, serta makin banyak tantangan untuk diatasi. Maka, kami sangat mendukung inisiatif ini melalui kerja sama dalam bentuk sebuah program. Seperti Digital start-up entrepreneurship program and young entrepreneur network; Transfer teknologi dan komersialisasi; Pengembangan penelitian bersama tentang inovasi atau penerapan teknologi pada area prioritas; Program strategi inovasi teknologi Artificial Intelligence; serta teknologi dan aplikasi luar angkasa, seperti penggunaan data citra satelit resolusi tinggi dan automatic satellite data processing system; dan Kolaborasi riset dalam pengembangan industri 4.0,” terang Edy.

Sebagai informasi ACPASTI 2021-2025 disusun sebagai rencana aksi yang bertujuan mengimplementasikan hasil Pernyataan Bersama Kerja Sama Sains, Teknologi dan Inovasi ASEAN-China yang diadopsi oleh Kepala Negara/Pemerintah ASEAN pada KTT ASEAN-China ke-21 pada 14 November 2018 lalu. Rencana Aksi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas strategi bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, melalui inisiasi bersama yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak untuk berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan keberlanjutan.

Melalui pertemuan ini, ACPASTI 2021-2025 diadopsi oleh negara-negara anggota ASEAN dan China sebagai rencana aksi kerja sama riset, teknologi, dan inovasi antara ASEAN dan China, sesuai dengan hukum internasional dan mempertimbangkan hukum, peraturan, dan kebijakan domestik masing-masing negara.

Tujuh menteri dan tiga perwakilan pejabat setingkat menteri riset dan teknologi ASEAN dan China, Secretary General of ASEAN, serta Chinese Ambassador to ASEAN hadir dalam ACMMSTI. Pada pertemuan ini, Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra hadir sebagai Kepala Delegasi Indonesia.

Sebarkan