Serpong – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Deteksi Radiasi dan Analisis Nuklir (PRTDRAN) – Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) menyelenggarakan Deep Talk of Radiation Detection and Nuclear Analysis Research Technology #1 yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD), Rabu (23/03). Kegaitan ini juga sebagai upaya penjajakan kolaborasi riset dan SDM PRTDRAN-BRIN dengan Pasca Sarjana Ilmu dan Rekayasa Nuklir ITB pada Rabu, (23/3).

Plt. Kepala ORTN, Rohadi Awaludin menyampaikan tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk sharing informasi dari kedua pihak baik ORTN maupun ITB serta menggali potensi kerjasama riset dan peningkatan kapasitas SDM.

“Kami di ORTN didorong untuk meningkatkan kapasitas dan kualifikasi SDM, lebih kongkritnya agar SDM S3 lahir di ORTN, sehingga kerjasama dengan perguruan tinggi, salah satunya dengan ITB sangat penting. Berbagai macam skema sudah disiapkan oleh kedeputian SDM BRIN, baik secara reguler, Degree by Research (DBR) maupun Visiting Researcher. Peluang fasilitasi kegiatan riset dan SDM ini akan semakin tumbuh,” ujar Rohadi.

“Diharapkan dengan adanya kolaborasi seperti ini semakin banyak lulusan S3 yang bermunculan di BRIN serta makin banyak periset Indonesia yang hadir dalam forum maupun publikasi internasional,” lanjut Rohadi.

Dekan FMIPA ITB, Wahyu Srigutomo menyambut baik adanya program kolaborasi ini sesuai dengan komitmen ITB yang senantiasa mendukung kemajuan iptek nuklir di Indonesia. Hingga saat ini program studi kenukliran di ITB baik program sarjana maupun pasca sarjana tetap eksis.

“ITB terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya terkait iptek nuklir sejak dibangunnya reaktor pertama di Indonesia pada tahun 1960-an. Pendidikan nuklir di ITB tidak hanya program sarjana, tapi program magister dan doctor. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa yang mempunyai keahlian dan kemampuan terkait ilmu rekayasa nuklir baik aplikasi energi maupun non energi,” jelas Wahyu.

Wahyu berharap dengan adanya acara ini serta kerja sama pendidikan dan penelitian FMIPA-ITB dengan ORTN-BRIN akan diperoleh manfaat yang optimal terkait program studi pascasarjana perekayaan nuklir di ITB, khususnya dalam waktu dekat terkait dengan penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2022/2023.

Dalam kesempatan ini Plt. Kepala PRTDRAN-ORTN, Abu Khalid Rivai memaparkan enam bidang riset di PRTDRAN yang potensial untuk kolaborasi riset dengan ITB yaitu tentang Material Detektor Radiasi, Sistem Instrumentasi dan Kendali Nuklir, Teknologi Pencitraan Radiasi, Sensor Radiasi Cerdas dan Teknik Pengukuran Radiasi, Teknik Analisis Nuklir serta Hamburan Neutron.

“Bidang-bidang riset tersebut didukung penuh dengan fasilitas riset yang dimiliki BRIN, seperti fasilitas berkas neutron dan Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy di Serpong. Diharapkan fasilitas tersebut dapat dimaksimalkan penggunaannya melalui program kolaborasi ini,” kata Abu Khalid. Sebada dengan Abu Khalid, Ketua Program Studi Magister Ilmu dan Rekayasa Nuklir – ITB Sidik Permana menyampaikan bahwa terdapat beberapa program studi di Fakultas MIPA-ITB yang potensial untuk kolaborasi dengan ORTN-BRIN yaitu program Magister Ilmu dan Rekayasa Nuklir serta program Doktor Rekayasa Nuklir. “Tentu saja program studi tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas laboratorium yang memadai dan pengajar yang berpengalaman dan handal, ungkap Sidik. (IS,la/ed:pur)

Sebarkan