Jakarta – Humas BRIN, Pandemi Covid-19 telah melanda sebagian besar negara di dunia, khususnya di Indonesia telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan penularan Covid-19 mulai dengan dicanangkannya gerakan 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan hingga penggunaan vaksin. Atas dasar itulah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT. Brastow Indosukses Mandiri mengembangkan purifier atau alat sterilisasi udara yang diberi nama Zerocov yang diharapkan mampu mengurangi penyebaran virus.

Zerocov merupakan alat sterilisasi udara yang mengombinasikan tiga teknologi yakni purifier, sinar ultraviolet, dan ion negatif serta ditambahkan senyawa fenol. Alat tersebut berfungsi tidak hanya melindungi secara defensif tetapi juga menyerang mikroorganisme (virus, bakteri, dan lain-lain) secara aktif sehingga efektif membasmi mikroorganisme. 

Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito mengatakan, kerja sama kedua belah pihak ini menjadi momentum penting dalam sebuah kegiatan riset. Hal terpenting dari sebuah kegiatan riset dan inovasi adalah hilirisasi produk riset kepada masyarakat.

“Ini adalah momen penting, dimana riset dan inovasi telah sampai pada proses hilirisasi. Ini dibuktikan dengan diproduksinya purifier Zerocov dari kerja sama antara BRIN dengan PT. Brastow Indosukses Mandiri,” kata Mego pada penandatanganan kerja sama paten alat sterilisasi udara yang dilengkapi UVC dan senyawa fenol sebagai bahan aktif pensterilnya, di Gedung Thamrin, Kamis (24/03).

Menurut Mego, hasil riset dan inovasi tidak akan berarti apa-apa bila pemerintah sudah hadir, perisetnya sudah ada, hasil risetnya pun juga ada, namun pihak mitra industri yang akan menghilirkan kepada masyarakat tidak ada. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi suatu hal yang baik dan merupakan bagian upaya memperkuat ekosistem riset di Indonesia.

Direktur PT. Brastow Indosukses Mandiri, Wirawan Darmana mengatakan, pengembangan alat sterilisasi udara ini berawal dari pengalamannya ketika menghadapi flu burung yang sempat berjangkit di Indonesia. Ketika itu, Wirawan berhasil membuat alat sterilisasi udara dengan menggunakan UVC dan fenol yang diperuntukkan kepada binatang, dan menurutnya berhasil.

“Ketika wabah Covid-19, alat ini kami gunakan di ruangan yang banyak orang. Tentunya hal ini butuh validasi apakah formula kimia yang digunakan itu aman untuk manusia, maka dari itu, kami berkolaborasi dengan BRIN,” kata Wirawan.

Dengan kemampuan riset yang dimiliki tim BRIN, lanjut Wirawan, didapatkan hasil bahwa dengan konsentrasi fenol sebesar 0,05% dinyatakan aman untuk manusia. Ia berharap, alat ini nantinya dapat dijadikan sebagai alat pelindung dan dapat diletakkan di tempat umum untuk melindungi masyarakat dari serangan virus atau mikroorganisme yang membahayakan.

Plt. Kepala Pusat Riset Elektronika, Yusuf Wijayanto mengatakan, terkait alat sterilisasi udara ini, pihak BRIN melakukan berbagai kajian dan pengujian yang bertujuan untuk memastikan bahwa zat kimia yang digunakan dalam alat tersebut aman bagi kesehatan manusia. Pengujian yang dilakukan antara lain kajian terkait penggunaan senyawa fenol dan UV untuk sterilisasi udara, uji coba efektivitas penggunaan Zerocov untuk menghambat pertumbuhan mikroba patogen, uji keamanan penggunaan senyawa fenol kepada makhluk hidup (sampel tikus).

“Selain itu juga dilakukan penentuan nilai konsentrasi senyawa fenol yang aman digunakan, dan merekomendasikan petunjuk penggunaan Zerocov yang baik di luar dan di dalam ruang tertutup,” kata Yusuf.

Selanjutnya, ujar Yusuf, Zerocov akan terus disempurnakan dan akan dilakukan pengujian efektivitas terhadap virus Covid-19 di laboratorium BSL 3. Selain itu akan dilakukan pengembangan pengendalian cerdas Zerocov dengan memanfaatkan internet of things.

Yusuf menaruh harapan besar terhadap penggunaan alat ini sebagai penghambat penyebaran Covid-19. “Harapan zerocov dapat menjadi alat yg mampu membantu di masa pandemi ini untuk menghambat penyebaran covid19 dan dimasa endemi nantinya untuk menyediakan lingkungan udara yg steril dan sehat serta segar bersih. Semoga Zerocov bermanfaat untuk masyarakat menuju Indonesia bangkit dan maju,” Harap Yusuf.

Secara teknis, Peneliti Ahli Madya, Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih, Desak Gede Sri Andayani menjelaskan pemanfaatan UV dan cairan fenol pada Zerocov berfungsi sebagai antimikroba/antiseptik yang bersifat desinfektan. “Keduanya mempunyai fungsi yang sama tentunya dengan kekuatan yang berbeda tergantung konsentrasi dan intensitasnya,” kata Desak.
Desak berharap, Zerocov lebih dikenal oleh masyarakat dan menjadi bagian dari pelaksanaan hidup sehat. Dengan menggunakan Zerocov diharapkan dapat terhindar dari serangan patogen atau penyebab penyakit pada kondisi pandemi maupun endemi. (pur) 

Sebarkan