Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi melakukan penelitian aspek pandemi COVID-19 dalam perspektif sosial demografi. Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah kerja sama kedua belah pihak, Senin (13/12).

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko memberikan apresiasi yang tinggi kepada BPS yang berkenan melakukan penelitian bersama dalam memotret pandemi di 12 Provinsi Indonesia. “Hal ini merupakan kontribusi bukan hanya secara keilmuwan tetapi bagaimana kita sebagai masyarakat ikut membantu memberikan masukan dalam penanganan covid-19,” kata Handoko.

Lanjut Handoko, berdasarkan Perpres nomor 78 tahun 2021 tertanggal 24 Agustus 2021, mulai tanggal 1 September 2021 BRIN mengintegrasikan berbagai litbang di Kementerian/Lembaga. Menurutnya integrasi ini tidak hanya para penelitinya saja, melainkan juga pada pelayanan pembangunan. “Kerja sama ini menjadi awal bukan akhir, dan ini tidak hanya terkait pada bidang Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora saja tetapi pada kedeputian lainnya,” ucapnya.

Selain itu, sambungnya, program akuisisi data di Kementerian/Lembaga saat ini sudah tidak ada karena sebelumnya data tersebut berada dan tersebar pada unit penelitian dan pengembangan (litbang). Lain halnya dengan data demografi, bahwa BRIN mendukung sentral data tersebut di BPS.

Kepala Badan Pusat Statistik, Margo Yuwono menyampaikan, BPS diminta untuk selangkah lebih maju dari sebelumnya dengan menampilkan data baru, porsi yang pas dan dalam penyajian data yang baik. “Berdasarkan data tersebut dapat memberikan masukan para pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan,” ujar Margo. (suhe /ed:mtr)

Sebarkan