Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN) bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu (02/03). Nota kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko ini terkait riset dan inovasi serta pemanfaatannya dalam mendukung pertahanan negara.

Dalam sambutannya Prabowo menilai bahwa saat ini scientist merupakan harapan yang sangat besar bagi negara. Bidang-bidang keilmuan yang dipelajari berupa STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dianggap juga sebagai masa depan bagi bangsa. Kedaulatan bangsa dan negara di abad ke-21 ini pun akhirnya tergantung pada kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam bidang STEM.

“Kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan BRIN dan mendukung gagasan-gagasan yang diberikan oleh BRIN. Kerja sama yang disepakati hari ini juga kami anggap sangat strategis. Kita butuh awak-awak yang menguasai teknologi yang bisa membawa kita berdaulat di abad ke-21 ini. Because you are the brain of the country, you are the hope,” ungkap Prabowo kepada BRIN di gedung Jenderal Sudirman Kemenhan RI.

Ruang lingkup dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua pihak untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun ini meliputi penyelenggaraan riset dan inovasi di bidang pertahanan, pemanfaatan hasil riset dan inovasi di bidang pertahanan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penggunaan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki, serta kegiatan lain yang disepakati oleh kedua pihak sesuai dengan tugas dan fungsi berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Pada kesempatan yang sama, Handoko menyampaikan salah satu tujuan dari dibentuknya BRIN adalah untuk mengintegrasikan aktifitas riset yang dikelola oleh pemerintah. BRIN dibentuk sebagai entitas sipil murni sehingga akan lebih mudah dan fleksibel dalam melakukan aktifitas riset dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Meski demikian BRIN tetap fokus dan mendukung industri pertahanan melalui holding industri pertahanan yang ada di Kementerian BUMN RI. Selain itu, BRIN juga mempunyai program penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia melalui Degree By Research yang dapat menjawab tantangan ke depan.

“Kami tetap siap mendukung, bahkan jadikan BRIN ini sebagai R&D dari holding industri pertahanan. Kita tidak mungkin bisa bersaing tanpa adanya product development yang berbasis teknologi. BRIN ada untuk semua pihak termasuk kementerian/lembaga terkait dan industri/pelaku usaha di Indonesia. Kita harus membuat diferensiasi produk berbasis sains dan teknologi agar lebih memiliki daya saing termasuk dalam industri pertahanan,” ujar Handoko.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, di kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antar kedua pihak terkait penelitian dan pengembangan bidang pertahanan. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Julexi Tambayong selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhan RI, dan Mego Pinandito selaku Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN.

Turut hadir pejabat BRIN plt. Sekretaris Deputi SDMI, plt. Direktur Koleksi Kekayaan Ilmiah, plt. Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama dan pejabat Kemhan Wamenhan, Sekjen Kemenhan, Irjen Kemenhan, Dirjen Pothan, Dirjen Kuathan, Kabalitbang, Karopeg, Karokum, Karoturdang, Karo TU dan Protokol, Karoum, serta Rektor Universitas Pertahanan (maa/frd)

Sebarkan