Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT. Hasnur Jaya Power sepakat melakukan riset, pengembangan, dan inovasi teknologi carbon capture dan gasifikasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BRIN dan PT. Hasnur Jaya Power.

Penandatanganan dilakukan oleh Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito dan Direktur Utama PT. Hasnur Jaya Power, Soma Ariyaka, di Gedung Office 8, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (08/04).

PT Hasnur Jaya Power merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha energi. Direktur Utama PT. Hasnur Jaya Power, Soma Ariyaka, mengatakan, pihaknya berencana melakukan pengembangan usaha untuk melakukan konversi batubara kalori rendah menjadi, tapi tidak terbatas pada, amonia dan hidrogen.

Selain itu, pihaknya berencana mengkaji kemungkinan area tambang yang akan ditentukan lebih lanjut sebagai area penerapan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan gasifikasi.

“Kami mohon keahlian (expertise) dari teknologi yang dimiliki BRIN. Kami juga ingin mengembangkan usaha kami yang lebih fokus lagi ke energi baru dan terbarukan. Mudah-mudahan kerja sama ini menjadi awal yang baik,” harapnya.

Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito, mengungkapkan, kondisi global saat ini berfokus pada bagaimana agar kadar karbon dioksida bisa ditekan. Bahkan, masyarakat global menargetkan tahun 2050 dapat mencapai net zero emission.

“Hasil riset dan inovasi yang telah dilakukan oleh para periset BRIN tidak hanya sebatas pada publikasi atau paten saja, namun harus bisa dimanfaatkan oleh industri,” katanya.

Mego menambahkan, dengan terintegrasinya seluruh lembaga penelitian ke BRIN, maka teknologi, khususnya di bidang energi semakin lengkap.

“Setelah nota kesepahaman ini agar segera dibahas bersama dengan tim teknis di BRIN secara konkrit teknologi apa yang akan digunakan, sehingga mitra bisa memanfaatkan teknologi yang ada,” tambah Mego.

Ruang lingkup Nota Kesepakatan antara BRIN dan PT. Hasnur Jaya Power meliputi kegiatan riset dan inovasi teknologi terkait konversi batu bara kalori rendah. Diharapkan, pemanfaatan hasil riset dan inovasi ini dapat mendorong kegiatan ekonomi.

Lebih jauh, kajian kelayakan (feasibility study) yang akan dilakukan meliputi potensi dan peluang penerapan teknologi untuk diimplementasikan, tapi tidak terbatas pada hidrogen dan amonia, serta potensi dan peluang penerapan teknologi CCS di area tambang.

Ruang lingkup lainnya meliputi armada logistik, pelabuhan, dan infrastruktur pada produk, namun tidak terbatas pada batubara dan hidrogen, serta identifikasi alternatif model bisnis. Ruang lingkup juga meliputi pemanfaatan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki oleh kedua belah pihak (tnt, maa).

Sebarkan