Jakarta – Humas BRIN. Era digitalisasi telah membawa perubahan perilaku dan cara pandang masyarakat dan negara dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan politik, serta tantangan global lainnya. Dalam kehidupan masyarakat yang telah terfasilitasi dengan teknologi membawa dampak yang signifikan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Dampak signifikan yang terjadi dapat terlihat antara lain pertama, mobilitas dan pergerakan manusia yang begitu cepat dan dinamis telah memungkinkan interaksi lintas batas ruang dan waktu. Kedua, perkembangan dan kemajuan teknologi telah mendukung efesiensi dan efektivitas dalam berkerja. Misalnya, inovasi teknologi telah membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat, efesien, dan tepat serta akurat. Ketiga, dengan perkembangan teknologi secara khusus di bidang komunikasi telah mendorong percepatan akses informasi dan pengetahuan dari segala penjuru dunia dalam waktu tidak lama. Orang dapat mengakses berbagai informasi dan pengetahuan yang ada di seluruh penjuru dunia tanpa sekat.

Ketiga hal tersebut yang akan melahirkan peradaban baru (new age) dan ilmu pengetahuan baru (new science). Dengan terbentuknya peradaban baru dan ilmu pengetahuan baru akan membentuk masyarakat berpengetahuan atau warga negara yang berpengetahuan (citizen science). 

Apabila melihat realitas masyarakat di Indonesia, hal yang menarik untuk menjadi pembelajaran bersama dalam membangun gagasan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan ialah upaya untuk merumuskan kembali paradigma masyarakat Indonesia masa depan. Upaya untuk memajukan masyarakat Indonesia menjadi tantangan untuk dapat mencapai semangat dan cita cita negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 untuk mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Untuk itu, komitmen negara membangun ekosistem yang mengarahkan pada percepatan adaptasi terhadap dinamika dan perkembangan zaman melalui ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting untuk dilakukan. Hadirnya lembaga negara yang bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi arah baru kebijakan science dan teknologi di Indonesia yang diharapkan menjadi jalan ideologis dan keilmuan untuk membawa bangsa Indonesia menuju bangsa yang tercerahkan, tercerdaskan, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Keberadaan BRIN yang terbentuk pada tahun 2021an menjadi legacy penting bagi pemerintah saat ini bahwa membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang berjati diri, berdaulat, bermartabat, dan mandiri harus secara mutlak ditempuh dengan jalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Oleh karena itu, ekosistem pengetahuan perlu dibentuk dan dibuat oleh negara.

Masyarakat Indonesia yang majemuk perlu diperkenalkan dan didorong sejak dini untuk bisa berdaptasi terhadap perkembangan dan perubahan zaman. Era digitalisasi berbagai aspek kehidupan dapat menjadi ruang dialog dan aktualisasi atas perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Proses penyerapan, penguasaan, dan pengunaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat perlu dilakukan. Pendidikan dan penelitian menjadi media yang dapat mempercepat transformasi masyarakat dari unknowledge society menjadi knowledge society. 

Perubahan paradigma dari unknowledge society menuju knowledge society perlu didukung dengan ekosistem yang kondusif, dinamis, dan adaptif. Dengan adanya perubahan paradigma ini akan membentuk suatu masyarakat ilmiah (science society). Akar dari terbentuknya karakter masyarakat ilmiah bermula dari proses pengkondisian ekosistem anggota masyarakat atau warga negara menjadi citizen science.

Science dan Mentalitas Bangsa

Kemajemukan bangsa Indonesia sebagai realitas sejarah dan fakta sosial perlu dikelola dengan baik dan diarahkan agar memiliki kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Kemajemukan suatu bangsa apabila tidak dikelola dengan baik akan memunculkan konflik sosial, politik, budaya, ekonomi, dan potensi disintegrasi bangsa. Hal ini menjadi tantangan bagi bangsa yang sedang berproses untuk membangun.

Kurangnya pengetahuan, minimnya akses pengetahuan, dan rendahnya wawasan kebangsaan dan global dapat menjadi pemicu resistensi dan penolakan terhadap upaya membangun ekosistem citizen science di Indonesia. Proses memajukan science perlu didukung dengan persiapan mentalitas masyarakat dan bangsa secara umum.

Kesiapan mentalitas ini yang diperlukan untuk menjadi suprastruktur dalam membangun ekosistem citizen science di Indonesia. Artinya manusia Indonesia menjadi pusat perhatian untuk proses pembentukan mentalitas agar siap menerima perubahan dan perkembangan science untuk dapat menjadi fondasi berpikir dan bertindak bagi setiap warga negara Indonesia.  

Mentalitas bangsa menjadi faktor penentu dalam membangun ekosistem science. Proses penerimaan science dan teknologi yang baik dapat terjadi ketika kesiapan mental masyarakatnya juga baik terhadap dinamika, perkembangan dan perubahan science dan teknologi. Dengan adanya mentalitas bangsa akan keterbukaan dan penerimaan science sebagai nilai yang dinamis dan tidak berbenturan dengan keyakinan tradisional dan nilai-nilai tertentu di masyarakat maka proses percepatan membangun ekosistem science akan terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Science dan mentalitas bangsa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dalam proses pembangunan ekosistem science. Dengan adanya mentalitas bangsa yang memadai sebagai pra syarat utama untuk membangun ekosistem science, dapat diharapkan proses transformasi sosial dan budaya di masyarakat akan kesadaran berbangsa dan bernegara berdasarkan pada nilai kodrat dan kebangsaan berlandaskan ilmu pengetahuan.

Kemudian alternatif yang lain didukung dengan adanya pelembagaan dan pembudayaan science di masyarakat agar upaya melahirkan ekosistem citizen science dapat terlaksana. Masyarakat menjadi modal sosial dan budaya yang sangat strategis untuk dapat mendukung agenda pembangunan negara.

Lingkungan yang kondusif dan wawasan yang terbuka dan luas dapat mendorong kapasitas masyarakat untuk lebih terbuka (inklusif) dari berbagai macam perbedaan. Sehingga, science akan lebih cepat berkohesi ke dalam masyarakat dan setiap warga masyarakat sebagai mentalitas yang utuh akan kesadaran pentingnya science dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

BRIN dapat menjadi rumah bagi masyarakat dan warga negara untuk mencapai visi bersama mewujudkan ekosistem citizen science dalam bingkai kebhinnekaan dan Ke-Indonesia-an. 1 tahun BRIN telah terbentuk diharapkan langkah-langkah BRIN selama 1 tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa Indonesia untuk menumbuhkan mentalitas bangsa berbasis science dan citizen science segera.

Selamat berkiprah BRIN!

Penulis: Hastangka, Peneliti pada Pusat Riset Pendidikan BRIN

(Juara Favorit II Essay Writing Competition #SetahunBRINteraksi)

Artikel ini juga telah ditayangkan di detik.com: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6092792/brin-dan-ekosistem-citizen-science-di-indonesia/2

#ReformasiBirokrasiBRIN
#ProfesionalOptimisProduktif

Sebarkan