SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 104/SP/HM/BKKP/VIII/2021

Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menjadi pembicara kunci dalam webinar Sosialisasi Implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153 Tahun 2020 pada Kamis (19/08). Sosialisasi Implementasi PMK 153 Tahun 2020 yang diinisiasi oleh Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan BRIN ini dihadiri oleh berbagai badan usaha terutama badan usaha yang bergerak pada sektor pangan dan agroindustri.

Kementerian Keuangan pada tahun 2020 telah mengeluarkan PMK Nomor 153 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tertentu di Indonesia. PMK Nomor 153 Tahun 2020 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus mendorong upaya badan usaha agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. Keterlibatan badan usaha dalam kegiatan penelitian dan pengembangan tidak lain adalah demi meningkatkan daya saing produk inovasi nasional.

“Sangat penting bagi kita untuk mendorong kolaborasi dengan industri dalam hal riset dan inovasi. Kita berharap dengan adanya fasilitas dari pemerintah ini dapat membuat peran industri dalam riset dan inovasi akan semakin besar. Teman-teman industri yang ingin melakukan riset tidak harus berinvestasi sendiri, melainkan dapat berkolaborasi dengan BRIN sebagai platform yang terbuka untuk kegiatan riset dan inovasi,” ungkap Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Ismunandar.

Kepala BRIN dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMK Nomor 153 Tahun 2020 ini adalah insentif paling akhir di tahun 2020 yang diberikan oleh pemerintah kepada para pelaku usaha dan industri. Sebelumnya sudah banyak insentif yang telah diberikan oleh pemerintah tidak hanya bagi periset dan lembaga riset namun juga bagi para pelaku usaha dan industri.

“Semua upaya ini ditujukan untuk memudahkan para pelaku usaha khususnya dari industri untuk masuk ke ranah Research and Development produk baik barang maupun jasa sehingga memiliki diferensiasi dan nilai tambah yang lebih tinggi dan terus meningkat. Dengan dibentuknya BRIN, pemerintah berupaya mengintegrasikan seluruh sumber daya riset yang ada dengan harapan bisa hadir membantu para pelaku usaha memasuki riset serta mengatasi high cost dan high risk yang dialami oleh para pelaku usaha,” ujar Kepala BRIN.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini Plt. Sekretaris Utama BRIN, Mego Pinandito; Direktur Sistem Riset dan Pengembangan BRIN, Malikuz Zahar; Narasumber dari Kementerian Investasi/BKPM; serta para peserta webinar dari berbagai sektor badan usaha.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional dan