Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong adanya program konkrit dalam konteks sains untuk pembangunan berkelanjutan. Sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo, bahwa perhelatan Presidensi G20 seharusnya menjadi satu program yang bisa secara konkrit memberikan dampak dalam membangun sistem perekonomian global yang adil, terbuka, dan berkelanjutan.

Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito, mengatakan, BRIN sangat mendukung program Science 20 (S20). S20 merupakan kegiatan engagement group sebagai rangkaian dari perhelatan G20, yang membahas isu-isu pokok seputar sains, salah satunya transisi energi.

BRIN memberikan dukungan melalui program-program yang digagas oleh BRIN, infrastruktur laboratorium yang tersedia, skema fasilitasi dan pendanaan, serta kerja sama baik dalam maupun luar negeri.

“Program S20 ini perlu kita rumuskan, dan akan kita bawa dalam konteks pertemuan Ministerial Meeting G20 yang akan datang,” ungkap Mego, saat Webinar Nasional Transisi Energi Menuju Pembangunan Berkelanjutan, secara daring, Kamis (17/02).

Terkait sektor energi, ia mengatakan, Indonesia masih membutuhkan beragam teknologi untuk mengembangkan sumber daya alam yang ada. Selain itu, kajian transisi energi dari sisi sosial, ekonomi, budaya, dan finansial juga diperlukan, karena Indonesia memiliki suatu kearifan lokal dalam konteks energi dan penggunaanya.

“BRIN sangat mendukung program S20 sehingga diskusi bisa mengerucut bagaimana sebetulnya sains Indonesia dikembangkan, khususnya dalam pelaksanaannya,” kata Mego.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), sekaligus Chair S20, Satryo S. Brodjonegoro. Dirinya mengatakan, transisi energi bukan hanya tentang perubahan teknologi dari pemanfaatan bahan bakar fosil ke energi terbarukan saja, tetapi juga terkait dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Untuk mengukur seberapa efektif proses transisi energi berlangsung, maka semua aspek tersebut harus diperhitungkan dengan tepat. Oleh karenanya, diperlukan kerjasama, kolaborasi, dan sinergi para pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam transisi energi di Indonesia.

Webinar Nasional Transisi Energi Berkelanjutan menjadi salah satu agenda kegiatan pada S20, yang menjadi rangkaian kegiatan Presidensi G20 2022. Webinar nasional ini merupakan kerja sama antara BRIN, AIPI, Universitas Indonesia, Asian Development Bank, dan Kementerian ESDM.

 Transisi energi hijau berkelanjutan menjadi salah satu topik G20 2022. Dengan tema Recover Together, Recover Stronger, posisi Indonesia sebagai tuan rumah G20 ini menjadi penting untuk bersama-sama mendorong transisi energi hijau yang berkelanjutan (tnt).

Sebarkan