Jakarta – Riset dan inovasi pemanfaatan serta eksplorasi sumber daya hayati laut menjadi bagian dari usaha bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat begitu luasnya wilayah dan potensi sumber daya laut yang dimiliki Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas selepas agenda serah terima dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dokumen Kapal Riset Baruna Jaya VII dan 2 kendaraan bermotor roda 4 kepada Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) M. J. Saptenno, Jumat (05/11) di Gedung BJ Habibie lt. 23, Thamrin.

“Kolaborasi yang baik ini tentunya perlu untuk terus ditingkatkan. Nantinya melalui Direktorat Pengelolaan Armada Kapal Riset akan ada penambahan 6 kapal riset baru, yang akan terealisasi tahun 2024 atau secepatnya. Intinya ini merupakan sarana mendorong riset eksploratif dan layanan kemitraan riset baik dalam maupun luar negeri, sehingga output yang dihasilkan menjadi bukti dan kontribusi riset kelautan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Nur Tri Aries.

Nur Tri Aries berharap dengan adanya pelimpahan Barang Milik Negara (BMN) ini maka akan meningkatkan kerjasama dan kolaborasi para peneliti BRIN dengan Perguruan Tinggi dalam hal ini Unpatti, khususnya berkaitan dengan riset bidang kelautan. “Semoga bermanfaat meningkatkan riset dan inovasi bidang kelautan di tanah air, dan dengan kehadiran Unpatti yang makin kuat di bidang kelautan, diharapakan juga menjadikan peneliti BRIN yang berada di Ambon sekitarnya akan semakin meningkatkan produktivitasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unpatti, Saptenno mengungkapkan ujung tombak keunggulan akademik Unpatti adalah dalam bidang kelautan dan perikanan, sehingga dengan adanya tambahan fasilitas sarana tersebut akan sangat membantu mahasiswa dalam kegiatan praktek lapangan. “Kedepannya kami harapkan dukungan dari BRIN dalam membantu kegiatan di bidang kelautan. Kami membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadikan dan menghasilkan riset dan inovasi yang lebih unggul, kerja sama penelitian laut dalam ini sangat penting untuk pembangunan Indonesia dan kemajuan khususnya di Maluku,” ucap Saptenno.

Sebagai informasi, BRIN saat ini dalam tahap finalisasi pembentukan Organisasi Riset (OR), salah satu yang akan dibentuk adalah OR Kemaritiman, hal itu menunjukan komitmen BRIN dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros negara maritim. Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Ocky Karna Radjasa menambahkan semua infrastruktur yang berada di bawah BRIN adalah open infrastructure. “Jadi terbuka bagi semuanya, bahkan semua perguruan tinggi bisa menggunakan, sehingga juga mengurangi beban perguruan tinggi untuk membangun fasilitas riset dan inovasi. Visi dari BRIN adalah Global, Inklusif berarti melibatkan semua pihak, dan Kolaboratif, jadi itu yang akan dicerminkan dalam bentuk kerja sama ke depan dan semakin membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi,” jelas Ocky. (Ap)