Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung rencana pembangunan Kebun Raya (KR) Kolaka, Sulawesi Tenggara. Komitmen itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman sinergi antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Kolaka di Jakarta, Senin (13/06).

“Saya sampaikan apresiasi kepada bapak Bupati, DPRD, dan seluruh jajaran atas komitmen dan dukungan yang sangat besar. Dalam upaya mendukung konservasi keanekaragaman jenis tumbuhan khususnya di Sulawesi Tenggara. BRIN berkomitmen, untuk mendampingi upaya bapak-bapak, dan mudah-mudahan cita-cita ini segera dapat direalisasikan,” kata Plt Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian.

Menurut Hendrian, Kebun Raya bisa bergandengan tangan dengan gerakan untuk mendorong perekonomian masyarakat sekitar, misalnya dengan industri dan pariwisata, untuk membangun masyarakat dan budaya melalui science center, termasuk berbagai kegiatan riset, yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Sehingga Kebun Raya menjadi bagian dari derap pembangunan di Kabupaten Kolaka.

“Kami ingin melihat KR tidak sekedar sebagai sebuah kawasan yang kita tanam pepohonan, dan menjadi tempat wisata. KR ini kita ingin posisikan sebagai sebuah simpul, sebuah triger, dengan berbagai kegiatan yang bisa kita gelorakan di Kabupaten Kolaka,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu  lalu, BRIN mengeluarkan surat untuk dilakukan percepatan pembangunan Kebun Raya. Hal ini menunjukkan, BRIN memberikan apresiasi kepada Pemkab. Kolaka, yang berkomitmen dan mendukung pembangunan KR di Kab. Kolaka.

“Saya berharap setelah penandatanganan ini, kita dapat melakukan pertemuan dan diskusi lebih lanjut. Bertujuan untuk mengawal agar cita-cita untuk membangun KR di Kab. Kolaka, bisa terealisasi,” harap Hendrian.

Hendrian juga mengingatkan, banyak agenda yang harus menjadi perhatian dalam proses pembangunan Kebun Raya. Salah satunya tentang Peraturan Daerah, apakah khusus tentang KR atau konservasi, dan tema apa yang bisa diperluas. Hal itu penting untuk menjaga agar legacy yang akan ditinggalkan, akan berjalan dalam waktu yang cukup panjang.

“Mudah-mudahan menjadi salah satu out put, yang akan kita realisasikan dalam waktu dekat. Saya dan Deputi Brida BRIN, siap untuk melakukan pendampingan, dan menjadi mitra diskusi untuk tahap berikutnya,” ucap Hendrian.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kolaka Ahmad Safei menyampaikan selama ini yang dia pahami tentang KR hanya mencakup kekayaan, konservasi, edukasi dan pariwisata. “Ternyata banyak sekali yang dapat dikembangkan, yaitu riset. Kalau ini berjalan sinergi,  inilah yang kita harapkan,” sebutnya.

Dia pun menyampaikan terima kasih dan berharap agar penandatangan nota kesepahaman ini dapat mempercepat realisasi pembangunan Kebun Raya. “Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada BRIN, yang telah memfasilitasi kami. Mudah-mudahan dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, menjadi satu kekuatan baru bagi kami untuk melanjutkan, dalam mempercepat realisasi pembangunan KR. Kami mohon bantuan, saran, dan masukan dari BRIN,” harap Ahmad Safei. (ns/ed:jml)

Sebarkan