Cibinong – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) senantiasa konsisten melaksanakan dan menginformasikan perkembangan risetnya, termasuk bidang obat.

Kepala Organisasi Riset (OR) Kesehatan BRIN, Ni Luh P. Indi Dharmayanti, mengatakan, orang dewasa di Indonesia banyak mengalami permasalahan diabetes dan obesitas, termasuk anak-anak usia 5 hingga 12 tahun.

“Sehingga diharapkan pengembangan produk alami dapat mengatasi permasalahan diabetes dan obesitas,” terang Indi, pada Scientific Talks, yang dihelat BRIN melalui Pusat Riset Vaksin dan Obat, OR Kesehatan, secara daring, Selasa (22/03).  

Dua narasumber kompeten dihadirkan pada acara ini. Profesor dari School of Pharmacy, International Islamic University Malaysia (IIUM), Muhammad Taher, menyampaikan materi terkait mekanisme aksi dari antidiabetes atau antiobesitas produk alami dalam kultur sel.

“Kultur sel merupakan teknik in-vitro yang dapat memberikan informasi mengenai mekanisme aksi obat antidiabetes atau antiobesitas yang diusulkan, dan dalam pengujian lebih lanjut diperlukan kajian mengenai in-vivo, toksisitas, dan efikasi dari kandidat obat antidiabetes atau antiobesitas tersebut,” ujar Taher.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Zakki Fahmi, memaparkan materi dan peluang pemanfaatan carbon nanodots sebagai nanomedicine yang berperan multifungsi.

Dirinya menerangkan, carbon nanodots mempunyai peran penting dalam pengobatan HIV dan kanker.

“Beberapa modifikasi dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada nanopartikel yang dihasilkan, selain itu masih ada peluang lebih lanjut untuk aplikasi carbon nanodots di bidang medis lainnya,” tutur Zakki.

Menurut Indi, materi terkait carbon nanodots juga sangat menarik, dan berharap dapat menginspirasi dalam mengembangkan carbon nanodots di bidang biomedis.

“Harapan dari Scientific Talks ini adalah BRIN membuka peluang kerja sama antara periset dalam dan luar negeri di bidang kesehatan, serta memberikan solusi terhadap ketahanan negara di bidang kesehatan,” pungkas Indi. (wt ed sl/ed: tnt)

Sebarkan