SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO:  024/SP/HM/BKPUK/III/2022

BRIN – EU Copernicus Tingkatkan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh

Sistem penginderaan jauh telah mengumpulkan data dalam jumlah yang besar dari satelit secara in-situ selama beberapa dekade. Data tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui berbagai hal terkait kondisi permukaan bumi. Dengan menjalin kerja sama yang erat dengan EU Copernicus, Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dapat mengakses data tersebut dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Jakarta, 15 Maret 2022. Pemanfaatan data dan informasi dari sistem penginderaan jauh diharapkan mampu berkontribusi signifikan, bagi penelitian dan inovasi program ruang angkasa di Indonesia. Dari data dan informasi tersebut, pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi berbagai sektor ekonomi dan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.

Terkait sistem penginderaan jauh inilah, BRIN meningkatkan kerja sama dengan EU Copernicus, sebuah lembaga observasi milik Uni Eropa yang mengamati Bumi dan lingkungannya. Kerja sama ini diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop on Copernicus secara virtual, Rabu (16/03).

Copernicus memberikan informasi yang diambil dari satelit observasi Bumi dan data in-situ. Informasi dan data tersebut dapat diakses oleh masyarakat dan organisasi mana pun di seluruh dunia secara bebas, penuh, dan terbuka. Workshop ini akan memberikan informasi tentang aplikasi citra satelit di Indonesia. Informasi yang dimaksud adalah terkait kondisi dan potensi penggunaan data penginderaan jauh saat ini. Selain itu, juga terkait perencanaan kerja sama akses citra penginderaan jauh.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, penginderaan Jauh berguna dalam menyediakan data dan informasi yang detail dan akurat, mengenai permukaan bumi dan perubahannya. “Program Copernicus milik Uni Eropa merupakan salah satu penyedia data Penginderaan Jauh secara global. Workshop ini akan sangat bermanfaat dan sebagai sarana berbagi informasi mendalam, terkait kondisi eksisting dan potensi pemanfaatan data penginderaan jauh di Indonesia,” kata Handoko

Handoko meyakini, workshop ini akan memberikan pengetahuan terkait penginderaan jauh dan cara memanfaatkannya untuk mengatasi isu-isu nasional, regional, dan global. Beberapa isu yang menjadi perhatian seperti perubahan iklim, keamanan, lingkungan dan kehutanan, kelautan dan perikanan, dan kebencanaan.

“Workshop ini juga akan menghasilkan proyek-proyek kolaboratif potensial di masa depan.  Selain itu, meningkatkan kerjasama luar angkasa antara UE dan Indonesia di bawah Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama Skema Fasilitas, yang telah dirintis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang sekarang menjadi BRIN,” tambahnya.

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR PA), Robertus Heru Triharjanto, menjelaskan, pemilihan sektor-sektor yang dibahas dalam workshop dikarenakan sektor tersebut telah lama dan intensif dalam memanfaatkan data dan informasi penginderaan jauh. “Data penginderaan jauh merupakan salah satu data utama yang dibutuhkan oleh sektor-sektor tersebut dalam setiap pemantauan dan perencanaannya,” kata Robertus.

Dijelaskan Robertus, Workshop ini sangat bermanfaat bagi para periset OR PA, karena kegiatan ini merupakan forum untuk sharing informasi mengenai kondisi terkini dan potensi kebutuhan riset dalam pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh pada berbagai sektor di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. “Dengan demikian para periset OR PA dapat lebih fokus dalam mencapai tujuan penelitiannya pada permasalahan riil yang menjadi isu nasional,” tambahnya.

Selain itu, Heru menambahkan, melalui workshop ini diharapkan periset BRIN meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam riset dan inovasi di BRIN, khususnya dalam pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh.

“Para periset juga dapat mulai menjajaki kerjasama dengan pihak luar negeri dalam wadah skema kerjasama yang sudah terjalin. Melalui kerjasama ini para periset diharapkan dapat memperoleh akses lebih cepat dan prioritas pada berbagai data dan informasi yang disediakan oleh EU Copernicus,” paparnya.

“Sebagai tindak lanjut dari workshop ini diharapkan kerjasama dapat diwujudkan, diawali dengan penandatanganan EU-Indonesia Partnership and Cooperation Agreement (PCA), BRIN melalui OR PA menjadi hub data EU Copernicus di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya,” lanjutnya

“Dengan tersedianya data dan informasi di berbagai sektor secara kontinu dan akurat dalam lingkup nasional untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Heru.

Sebarkan