SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO: 022/SP/HM/BKPUK/II/2022

Pusat Kolaborasi Riset (PKR) adalah Pusat Riset yang menjadi wadah kolaborasi pelaksanaan riset dan inovasi bertaraf internasional. Kolaborasi terfokus pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin, dengan standar hasil yang sangat tinggi dan relevan dengan kebutuhan pengguna iptek. PKR merupakan satu dari tujuh skema fasilitasi dan pendanaan riset dan inovasi yang dibuka oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Oleh karena itu, dalam rangka mengumumkan hasil seleksi program pendanaan PKR gelombang I tahun 2022, sekaligus menyosialisasikan program tersebut kepada periset, perguruan tinggi, dan industri, BRIN akan menyelenggarakan “WALIDASI (Webinar Fasilitasi dan Pendanaan Riset dan Inovasi), Edisi Pusat Kolaborasi Riset #1, pada Jum’at 11 Maret 2022”

Jakarta, 11 Maret 2022. Peningkatan kemampuan invensi dan inovasi ditandai dengan produk-produk hasil riset yang berpotensi untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Dalam mendukung peningkatan produktivitas invensi dan inovasi untuk memperkuat transformasi ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan tersebut, BRIN sejak tahun 2021 telah menyediakan 7 (tujuh) skema fasilitasi dan pendanaan riset dan inovasi, yaitu: 1) Flagship Prioritas Riset Nasional (PRN) BRIN Tahun 2022 – 2024; 2) Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset; 3) Fasilitasi Hari Layar Tahun 2022 – 2024; 4) Pendanaan Riset Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19); 5) Fasilitasi Pusat Kolaborasi Riset; 6) Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi Tahun 2022 – 2024; dan 7) Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan.

Seluruh skema pendanaan dan fasilitasi yang ada tersebut tidak sekedar untuk membiayai kegiatan riset bagi periset yang ada di BRIN, namun juga dibuka dan bisa diakses oleh seluruh pihak secara kompetitif. Salah satu skema yang telah dibuka dan telah selesai pelaksanaan seleksinya yaitu Pendanaan Pusat Kolaborasi Riset (PKR). Penerima program pendanaan PKR gelombang I tahun 2022 berjumlah 6 PKR. Masing-masing PKR terdiri dari instansi-instansi yang terlibat dalam satu wadah kolaborasi.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan, PKR merupakan skema penguatan kapasitas dan kompetensi riset pada bidang riset spesifik dengan mengoptimalkan SDM yang telah ada di kampus mitra sebagai lokasi PKR dan Pusat Riset (PR) terkait di BRIN. “Skema ini memungkinkan BRIN memperkuat riset pada topik-topik tertentu yang bersifat strategis secara efisien. PKR BRIN dengan perguruan tinggi akan diperlakukan sama halnya seperti PR reguler di dalam BRIN, termasuk dalam akses penuh ke semua skema fasilitasi SDM dan riset,” imbuhnya

Plt. Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi, Agus Haryono menyatakan, PKR adalah pusat riset yang menjadi wadah kolaborasi pelaksanaan riset dan inovasi bertaraf internasional. “Kolaborasi terfokus pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin, dengan standar hasil yang sangat tinggi dan relevan dengan kebutuhan pengguna iptek,” terangnya. Ia menambahkan, di dalam PKR terjadi mekanisme kolaborasi dan kerja sama dalam pelaksanaan pengembangan riset dan inovasi dengan pemanfaatan sumber pendanaan bersama, serta memungkinkan untuk memenuhi kegiatan yang diamanatkan.

Diharapkan, PKR menghasilkan output riset yang maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang jauh melebihi miliknya, yaitu dengan cara mengoptimalkan sumber daya yang berada di masing-masing pihak yang terlibat dalam kolaborasi riset tersebut, seperti sumber daya di perguruan tinggi, BRIN, dan atau industri. Sebagai informasi, BRIN menyediakan akses informasi terkait PKR dan fasilitasi pendanaan lainnya di http://manajementalenta.brin.go.id dan http://pendanaan-risnov.brin.go.id.

Sebarkan