SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO:  015/SP/HM/BKPUK/II/2022

BRIN Fasilitasi Tahap Awal Uji Klinik Produk Suplemen Herbal PT. Bintang Toedjoe

Kerja sama pelaksanaan uji klinis terhadap produk suplemen herbal PT. Bintang Toedjoe merupakan salah satu upaya penguatan ekosistem riset dan inovasi yang dilaksanakan oleh BRIN. Kegiatan ini juga merupakan program pemberian fasilitasi riset dan inovasi kepada seluruh stakeholder.

Jakarta – Humas BRIN,  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT. Bintang Toedjoe bekerja sama melakukan uji klinis terhadap salah satu produk suplemen yang berbahan herbal asli Indonesia. Site initiation visit merupakan tahapan awal uji klinis yang dilakukan pada Rabu (16/02) bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan suplemen herbal sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi covid-19 dengan gejala ringan.

Suplemen herbal ini diproduksi dengan melihat perkembangan kasus covid-19 kembali merebak di Indonesia. Berdasarkan data dari pemerintah, bahwa jumlah kasus terkonfirmasi sebesar 4,9  juta per 15/2. Kecepatan penyebaran jauh lebih cepat dari sebelumnya. Meskipun secara gejala masih dikatakan ringan namun kita harus tetap waspada.

Sejak awal virus Corona muncul di Indonesia, banyak masyarakat yang memanfaatkan obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Herbal asli Indonesia pun ramai dibicarakan, diantaranya Jahe Merah, Sambiloto, dan empon-empon lainnya. Jahe Merah sendiri disinyalir dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Melihat hal itu, PT Bintang Toedjoe berinisiatif untuk melakukan penelitian terhadap pasien COVID-19. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat efektivitas penggunaan suplemen herbal sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mendukung terhadap upaya PT. Bintang Toedjoe yang membuat produk bermanfaat bagi kesehatan yang berbasis dari kearifan lokal. “Persiapan dan proses kerja sama uji klinis dengan Bintang Toedjoe sudah dimulai sejak akhir 2020 di tengah pandemi,” kata Handoko.

“Kerja sama ini menunjukkan upaya BRIN untuk penguatan riset obat berbasis biodiversitas lokal dan hilirisasinya untuk menjadi produk yang memenuhi standar dan regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito mengatakan, uji klinis ini dilakukan untuk mengetahui khasiat dan keamanan dari suplemen herbal. “Uji Klinik Acak, Terkontrol, Tersamar Ganda, untuk Mengevaluasi Khasiat dan Keamanan Pemberian suplemen herbal sebagai terapi Adjuvan terhadap pengobatan standar pasien COVID-19 Gejala Ringan yang rawat inap,” kata Mego.

Kerja sama pelaksanaan uji klinis ini menurut Mego, merupakan salah satu upaya penguatan ekosistem riset dan inovasi yang dilaksanakan oleh BRIN. Kegiatan ini juga merupakan salah satu dari delapan program utama dari BRIN untuk memberikan fasilitasi riset dan inovasi kepada seluruh stakeholder

“Salah satu kegiatan riil dari penguatan ekosistem riset dan inovasi adalah adanya pelaksanaan uji klinik ini. Uji klinik ini adalah yang pertama dari program uji klinik BRIN yang secara menyeluruh tahun pertamanya dilaksanakan pada tahun ini,” tambah Mego.

Dikatakan Mego, keberhasilan pelaksanaan uji klinik ini tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak khususnya dari PT Bintang Toedjoe, CRO, Rumah Sakit, tim dokter yang bertugas sebagai peneliti uji klinik dan dukungan penuh dari periset-periset unggul di Indonesia.

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Fanny Kurniati memaparkan bahwa, “Sudah 10 tahun Bejo Jahe Merah turut serta menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Harapannya dengan uji klinis ini, Bejo Jahe Merah dapat berkontribusi lebih bagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia internasional.”

Principal Investigator RSDC Wisma Atlet, Erlang Samoedro mengatakan, pelaksanaan uji klinis ini melibatkan para pasien covid-19 dengan gejala ringan di Wisma Atlet Kemayoran. “Penelitian akan dilakukan pasien covid-19 dengan gejala ringan mulai tanggal 18 Februari 2022 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tentunya rencana penelitian sudah dimatangkan sesuai dengan aturan yang benar dan mendapatkan ethical clearance. Semoga penelitian dapat berjalan lancar. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat.” kata Erlang Samoedro. 

Dengan uji klinis ini, diharapkan jahe merah sebagai herbal asli Indonesia dapat memberikan efek positif bagi kesembuhan pasien covid-19. Dengan demikian Jahe Merah dapat menjadi pilihan herbal keluarga Indonesia dan menjadi kebanggan Indonesia di mata mancanegara. 

Jahe merah atau Zingiber officinale var. rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih. Jahe Merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi dari jenis jahe lainnya dan sering dipakai sebagai bahan utama untuk pembuatan jamu. Beberapa penelitian menyebutkan kandungan dari jahe merah bermanfaat sebagai anti radang, anti bakteri, dan dapat meredakan demam.

Sebarkan