Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Manajemen Kekayaan Intelektual menyampaikan hal-hal penting terkait perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) terutama hasil riset dan inovasi kepada para remaja, Rabu (09/02). Kegiatan yang dikemas dalam sebuah webinar yang mengusung tema “Inovasi dan Kekayaan Intelektual”, merupakan tindak lanjut dari Kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventors Award (NYIA) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Manajemen Talenta.

Plt. Direktur Manajemen Talenta, Raden Arthur Ario Lelono, mengatakan, BRIN telah membuat berbagai program pembinaan riset remaja pasca kompetisi yang dilakukan secara kontinyu. “Sebagai upaya untuk memberikan nilai lebih, BRIN tidak hanya berhenti sampai memberikan apresiasi, platform pembinaan KI, sosialisasi dan edukasi serta memberikan panggung internasional, juga berupaya memperkenalkan riset dan inovasi remaja secara nyata kepada masyarakat,” ujar Arthur.

Hal senada dikatakan Koordinator Pembinaan Kekayaan Intelektual (KI), Riyadil Jinan, sebagai upaya pembinaan talenta muda secara berkelanjutan, BRIN memfasilitasi para finalis LKIR dan NYIA. “BRIN memfasilitasi hasil penelitian dari adik – adik finalis LKIR dan NYIA, yang salah satunya melalui fasilitasi kekayaan intelektual. Diharapkan periset dan inovator remaja mampu mengenali KI dan memahami bagaimana cara melindungi karyanya sesuai dengan hukum berlaku,” jelas Riyadil

Analis Pemanfaatan Iptek dari fungsi Perlindungan KI,  Irwan Budhi Iswanto memberi penjelasan pentingnya perlindungan serta jenis – jenis lingkup perlindungan Kekayaan Intelektual (KI). Selain itu, ia juga menjelaskan, tidak semua bisa dipatenkan, ada beberapa jenis perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual (KI) diantaranya adalah perlindungan hak cipta, paten, merek, desain industri, DTLST (desain tata letak sirkuit terpadu), PVT (perlindungan varietas tanaman) dan rahasia dagang.

“Tujuannya agar peserta paham akan seluk beluk KI dan bagaimana proses pendaftaran pengajuan KI yang tepat. Khusus untuk para finalis NYIA dan LKIR maka proses pendaftaran dan pemeliharaan KI tidak hanya dibimbing, namun akan di bantu pemeliharaannya selama dokumen pengajuan lengkap dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Hal itu menyatakan kepedulian BRIN terhadap karya riset dan inovasi generasi muda,” kata Irwan.

Irwan merinci berbagai  keuntungan yang dapat diperoleh dengan mendaftarkan HKI. Pertama, jika ada pihak lain yang berminat untuk memakai riset dan inovasi remaja maka mereka harus membeli hak tersebut sehingga pemilik hak bisa mendapat profit atau keuntungan ekonomi. Kedua,  keuntungan lainnya untuk sekolah adalah mendapatkan prestige atau kebanggaan, jika di universitas seperti akreditasi, walaupun secara langsung tidak menghasilkan profit, tetapi bisa memberikan sebuah kesempatan untuk dipamerkan atau di apresiasi oleh dinas setempat yang akan memberi nilai tambah pada sekolah.

Untuk selanjutnya peserta webinar KI akan dibantu penelusuran potensi dan analisis KI terhadap karya mereka yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan hak cipta oleh tim Direktorat Manajemen KI BRIN. Tidak selesai sampai disini, setelah pendampingan hak cipta, para finalis juga rencananya akan diundang untuk pendampingan paten pada bulan Maret dan pendaftaran hak cipta dan paten pada bulan April, seluruh rangkaian acara ini sepenuhnya merupakan fasilitas yang diberikan oleh BRIN untuk memudahkan para peserta dalam mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karya mereka. (dr/ed:yt,pur)

Sebarkan