Serpong – Humas BRIN, Sebagai salah satu teknologi yang krusial di dunia kesehatan, khususnya di bidang radiologi dan farmakologi adalah siklotron yang menjadi komoditi yang perlu terus dikembangkan dan didayagunakan lebih lanjut, baik untuk dunia medis maupun non-medis. Demikian disampaikan oleh Plt. Kepala Organisasi Riset Teknologi Nuklir (ORTN) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Sumaryanto dalam Focus Group Discussion (FGD) Siklotron yang diselenggarakan pada hari Rabu (15/12).

FGD ini sebagai sarana diskusi dan kolaborasi antara BRIN, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), akademisi dan para stakeholder di dunia kesehatan untuk bersama-sama melakukan pengembangan dan pendayagunaan akselerator siklotron yang tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan penelitian dan akademis, namun juga dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di dunia Kesehatan,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menyampaikan bahwa pengembangan dan pendayagunaan teknologi siklotron tidak hanya memiliki peluang yang besar namun juga memiliki tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu ia mengajak serta para stakeholder bekerja sama, saling bahu membahu untuk dapat membangun teknologi akselerator yang nantinya bisa dimanfaatkan bersama.

“Saya berharap kita dapat menghimpun kekuatan tingkat nasional, baik itu dari swasta, pemerintah, industri maupun perguruan tinggi, semua penggiat akselerator, mari kita bersama-sama menyatukan diri, bagaimana negara kita menjadi negara maju terutama di bidang akselerator,” ujar Agus.

Agus juga menyampaikan harapannya dan berupaya mendorong agar ORTN-BRIN bisa segera membangun serta merivitalisasi fasilitas yang berbasis reaktor maupun yang berbasis non-reaktor yang nantinya akan dipusatkan di Kawasan Nuklir Serpong.  

“Pada prinsipnya, kami di ORTN-BRIN ini ingin memiliki fasilitas ketenaganukliran yang nantinya akan dipusatkan di Puspiptek, baik itu yang berbasis reaktor ataupun non reaktor, dalam hal ini berbasis akselerator,” harapnya.

FGD yang dihadiri sekitar 55 orang tersebut membahas mengenai teknologi siklotron dari berbagai aspek, mulai dari peluang dan tantangan pengembangan siklotron dalam dunia Kesehatan serta regulasi terkait pendayagunaannya. Narasumber dalam FGD ini antara lain Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) Dr. Eko Purnomo, Sp.KN, Peneliti Senior ORTN Hari Suryanto, MT, Dosen Universitas Muslim Indonesia Dr. Nurmaya Efendi, Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif BAPETEN Iskak, M.Si., dan Plt. PRTRR-ORTN Dr. Rohadi Awaludin. Agenda selanjutnya setelah FGD ini adalah penyelenggaraan Internasional Panel. (yrt)

Sebarkan