BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 79/SP/HM/BKKP/VI/2021

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadiri pertemuan the 79th ASEAN Committee on Science, Technology and Innovation (COSTI-79) secara daring, Selasa dan Rabu (15-16/6). Pertemuan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pada program ASEAN Science, Technology and Innovation Week (ASTIW) yang dihelat oleh Thailand sebagai tuan rumah, 14-17 Juni 2021.

ASEAN COSTI merupakan pertemuan rutin dua kali selama setahun yang dilakukan oleh para pejabat eselon 1 (atau yang sederajat) dari setiap negara anggota ASEAN. Komite ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di antara negara-negara ASEAN dengan tujuan menentukan kebijakan, manajemen, dan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi di ASEAN berdasarkan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ( ASEAN Summits of Heads of States and Government) dan ASEAN Ministerial Meeting on Science, Technology and Innovation (AMMSTI).

Wakil Kepala Pelaksana (Riset) Badan Sains, Teknologi dan Riset (A*STAR) sekaligus COSTI Chair Singapura, Prof. Andy Hor dalam sambutan pembukaannya sebagai ketua COSTI Chair tahun lalu menyampaikan bahwa Singapura mendorong ASEAN untuk melakukan langkah strategis dalam pemulihan pandemi COVID-19 yang berdampak ke seluruh aspek kehidupan.

“Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi bagi keberlangsungan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat ASEAN, serta tantangan bagi COSTI,” ujar Andy. “Meskipun demikian, berkat upaya kolektif dan kerja keras semua anggota, COSTI tetap berhasil mencapai Prioritas Tahunan 2020. COSTI juga telah memulai kolaborasi pada proyek COVID-19 sebagai tindak lanjut nyata dari Forum on COVID-19 yang diselenggarakan Singapura pada bulan Oktober 2020,” tambah Andy.

ASEAN COSTI Chair sekaligus Sekretaris Tetap Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi Thailand, Prof. Sirirurg Songsivilai mengapresiasi Prof. Andy Hor atas kepemimpinannya dalam keketuaan COSTI 2020. Lebih lanjut, COSTI Chair Sirirurg menyatakan bahwa pemulihan dari COVID-19 akan menjadi prioritas utama COSTI dan melanjutkan implementasi atas keputusan Prioritas Tahunan 2020.

“Disamping fokus pemulihan COVID-19, COSTI akan melanjutkan implementasi dari 6 (enam) butir Prioritas Tahunan 2020, diantaranya (i) ASEAN Innovation Roadmap, (ii) ASEAN Diagnostic Development (DxD) Initiative, (iii) ASEAN High Performance Computing (HPC) Shared Infrastructure Initiative, (iv) STI Framework for Action Converging towards the Development of an ASEAN Platform on Science, Technology, and Innovation for Disaster and Climate Resilience, (v) ASEAN Young Scientists Network, dan (vi) Fourth Industrial Revolution (4IR) focusing on workforce readiness and private sector engagement,” jelas Sirirurg.

Mendukung implementasi Prioritas Tahunan 2020, Fourth Industrial Revolution (4IR) focusing on workforce readiness and private sector engagement, Nada Marsudi sebagai Kepala Delegasi Indonesia untuk ASEAN COSTI ke-79 mengungkapkan bahwa Indonesia akan melakukan aktivitas proyek yang mendukung sektor Pertanian, Efisiensi Energi, Keamanan Siber dan Industri Kreatif dengan pemanfaatan teknologi industri terkini.

“Hingga tahun 2024, Indonesia berkomitmen untuk mendukung sektor Pertanian, Efisiensi Energi, Keamanan Siber dan Industri Kreatif dengan implementasi berbasis teknologi kecerdasan artifisial. Salah satu upaya dengan menyelenggarakan loka karya di mana akan menjadi wadah bagi para peneliti, industri dan pemerintah dalam membahas isu yang dihadapi sekaligus menemukan solusi tepat yang dapat diterapkan pada masing-masing sektor dengan skala ASEAN,” ujar Nada.

Pertemuan komite ini mengesahkan Prioritas Tahunan 2021 sebagai fokus yang akan dilakukan negara anggota ASEAN diantaranya (i) Impelentasi proyek membangun kapabilitas ASEAN melawan COVID-19, (ii) Implementasi Summer School for High Performance Computing, (iii) Membangun Technology Management Hub, dan (iv) Implementasi proyek terkait Sustainable Development Goals.

Sepuluh negara ASEAN hadir dalam rangkaian ASEAN COSTI ke-79 ini. Pada kesempatan ini, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik BRIN, Nada Marsudi menjadi Kepala Delegasi Indonesia. Dalam rangkaian pertemuan ini turut mengundang para perwakilan US-ASEAN Business Council (US-ABC), U.S. Agency for International Development-Inclusive Growth in ASEAN through Innovation, Trade and E-Commerce (USAID-IGNITE), Kyoto Universities Research Administration/Japan-ASEAN Science, Technology and Innovation Platform (KURA/JASTIP), dan Boston Consulting Group (BCG) untuk menyampaikan potensi kerja sama yang dapat dilakukan melalui program (i) Virtual Visit to Innovation Centers/Labs, (ii) the Underwriters Laboratories – ASEAN-U.S. Science Prize for Women for the year 2022 and 2023, (iii) Online Seminars for Human Capacity Development Of STI Coordinators, dan (iv) Accelerated COVID-19 Economic Support (ACES) – ASEAN.

Pada pertemuan kali ini dihadiri pula oleh delegasi perwakilan Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Galuh Pamungkas, Nova Febriyani, Tri Sundari, Nada Marsudi
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional