Yogyakarta, Humas BRIN. Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OR EM) merupakan satu dari 12 Organisasi Riset yang ada di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). OR EM mempunyai tugas untuk menyelenggarakan teknis penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi di bidang energi dan manufaktur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut disampaikan Kepala OR EM, Haznan Abimanyu dalam pertemuan dengan akademisi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM)  pada Selasa (19/4).

Sebagai satu-satunya lembaga riset pemerintah di Indonesia, BRIN memiliki berbagai skema kerja sama riset yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai stakeholder termasuk pihak perguruan tinggi.  “Terkait dengan skema kerja sama riset, ada program Manajemen Talenta sebagai media bagi BRIN dalam berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, termasuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dosen, institusi penyelenggara pendidikan, sekolah, maupun lembaga riset lainnya,” terang Haznan. 

Ia menambahkan, output dari program ini adalah SDM peserta program MBKM, Research Asisstant, Visiting Research Fellows, Research Professor, serta periset S2/S3 berbasis riset.

Selain itu, BRIN juga memiliki Program Bantuan Riset Talenta (Barista). “Mahasiswa yang sedang menyusun Tugas Akhir dapat dibiayai risetnya, asalkan pembimbing dan tema riset yang diambil sesuai dengan penelitian di BRIN,” jelasnya. Menurut Haznan, seorang periset berkesempatan melakukan penelitian di universitas mitra BRIN dengan menggunakan dana BRIN.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk mendukung ekosistem riset yang produktif, laboratorium di BRIN menggunakan skema open platform. “Ini dapat dimanfaatkan oleh siapapun di dalam maupun luar negeri, membantu industri–industri start up dengan pembiayaan dan pendampingan dalam skema kerja sama, mahasiswa tingkat akhir dapat menjadi Research Asisstant periset di BRIN sekaligus menyelesaikan tugas akhirnya, disamping itu periset BRIN dapat menjadi dosen melalui skema kolaborasi dengan suatu universitas dan BRIN,” terang Haznan.

Menanggapi peluang tersebut, Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Ali Awaludin menyampaikan bahwa UGM melalui pusat-pusat unggulan yang terdapat di dalam Engineering Research and Innovation Centre (ERIC) dapat berkolaborasi dengan OR Energi dan Manufaktur BRIN, karena memiliki irisan yang baik. “ERIC didukung oleh delapan pusat unggulan dan grup-grup riset, sebab tujuan ERIC adalah untuk menghasilkan produk yang otentik dan teknologinya dapat berguna bagi masyarakat,” papar Ali.

Ia menjelaskan, beberapa pusat unggulan telah memiliki produk yang diunggulkan seperti smart transportation, produk mobil listrik, serta DRR yang bergerak di bidang mitigasi bencana di Indonesia. “Riset harus berdampak untuk masyarakat dan dapat meningkatkan TKDN, sehingga diharapkan dengan kolaborasi ini riset dan pendanaannya dapat lebih terfokus,” pungkasnya. (tek, ksa)

Sebarkan