Sukabumi – Humas BRIN.  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menyerahkan   179 pohon dari 73 jenis tanaman langka Nusantara kategori Least Concern dalam daftar merah IUCN kepada masyarakat di Kabupaten Sukabumi melalui program BRIN Peduli Lingkungan, Selasa (28/12). Penyerahan yang dikemas dengan penanaman pohon dilakukan di Kecamatan Jampang Tengah oleh jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat Kabupaten Sukabumi. 

Tanaman yang diserahkan merupakan hasil kegiatan penelitian Organisanisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati – BRIN bekerjasama dengan PT Astra Internasional TBK., di antaranya terdapat tanaman endemik jawa Pinanga javana dan tanaman yang terancam punah di alamnya yaitu Mangifera casturi.

Kepala Kebun Raya Cibinong Arief Hidayat mengatakan program penanaman kali ini disamping bertujuan untuk mengkonservasi tumbuhan langka Nusantara juga sekaligus mengenalkan kembali flora yang menjadi identitas daerah tersebut. Flora identitas provinsi Jawa Barat yaitu Gandaria (Bouea macrophylla ) dan untuk flora identitas Kabupaten Sukabumi adalah Gutta Percha (Palaquium gutta). 

Arif berharap agar semua tanaman yang diberikan bisa dirawat sehingga proses konservasi bisa berlanjut dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. “Kedua flora identitas tadi dapat dilestarikan setidaknya dengan cara menanam di halaman kantor pemerintahan,” katanya.

Tokoh masyarakat Jampang Tengah, Abdurohman mengapresiasi program BRIN tersebut merasa karena akan berdampak pada terlindunginya flora asli Jawa Barat yang sudah langka dan hampir punah. “Saya punya cita-cita ingin mengembalikan suasana alam seperti dahulu lagi, ketika wudhu kita menggunakan pancuran mata air pegunungan, ketika ingin makan ikan tinggal ngambil ke sungai. Mudah-mudahan dengan penanaman ini dapat mengembalikan kelestarian alam,” harapnya.

Program BRIN Peduli Lingkungan tidak berhenti sampai penanaman, karena secara berkala akan dimonitor pertumbuhannya. Jika ada yang mati akan disulam dengan pohon baru.  Hal ini dilakukan guna memastikan dan mengajak masyarakat akan pentingnya kelestarian alam terhadap nilai manfaat baik jangka pendek  maupun jangka panjang. (Fahmi-Tatang/KPUK)

Sebarkan