Cianjur – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Bahan Maju (PRTBM) mengenalkan salah satu hasil risetnya di bidang pertanian, yakni pupuk kompos berbasis inoculant microba rhizosfer (IMR) kepada masyarakat Cianjur. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Jumat (10/12) bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI.

Masyarakat Cianjur menyambut baik pemanfaatan produk pupuk kompos berbasis IMR ini karena sebagian besar masyarakat Cianjur adalah petani dan pertanian merupakan sektor andalan bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur. Pada mulanya, produk ini ditujukan untuk bioremediasi lahan marginal dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mendegradasi polutan pada lingkungan.

Kepala Kantor PRTBM, Ferly Hermana mengatakan, saat ini IMR dimanfaatkan sebagai agen hayati yang dapat membantu menguraikan (dekomposer) dalam pembuatan pupuk kompos. Produk pupuk kompos berbasis IMR ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan dan telah diproduksi secara konsisten oleh mitra ORTN BRIN yaitu UMK Rumah Kompos Fajri Berkah Tani Cilacap.

Produk pupuk kompos berbasis IMR ini sangatlah tepat untuk mengatasi tantangan isu global dunia. “Isu global dunia hanya ada dua, yaitu energi dan pangan, maka teknologi pupuk berbasis IMR sangatlah tepat diciptakan untuk meningkatkan produktivitas pangan kita, apalagi jumlah penduduk yang semakin bertambah sedangkan jumlah lahan terus berkurang,” kata Ferly.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno yang hadir secara daring, sangat mendukung pemanfaatan hasil riset dan teknologi dalam segala sektor di tanah air. Menurutnya, kehadiran BRIN merupakan investasi negara kita di bidang riset dan teknologi yang sangat fundamental.

“Indonesia sebagai negara yang besar tidak boleh ketinggalan dengan negara-negara maju. Kini, di segala sektor telah menggunakan teknologi. Oleh karena itulah pentingnya berinvestasi dalam bidang riset dan teknologi untuk membuktikan eksistensi kita kepada dunia,” papar Eddy.

Untuk mengimplementasikan IMR pada lahan, peneliti IMR dari Pusat Riset Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Tri Retno Dyah Larasati, menjelaskan secara detail pemanfaatan IMR dalam pupuk kompos untuk tanaman. Diharapkan masyarakat Cianjur dapat memanfaatkan pupuk kompos tersebut secara maksimal sehingga timbul ketertarikan masyarakat Cianjur untuk bekerja sama dengan ORTN BRIN dalam produksi pupuk kompos berbasis IMR agar pemanfaatan pupuk ini dapat lebih luas cakupannya di seluruh Kawasan Kabupaten Cianjur dan sekitarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Parwinia, selaku perwakilan Bupati Cianjur yang menyampaikan pesannya kepada para peserta yang hadir untuk memanfaatkan pupuk kompos IMR sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Pada kegiatan tersebut, BRIN memberikan bantuan berupa pupuk kompos berbasis IMR sebanyak 2000 kg. (indri /ed:pur)

Sebarkan