Jakarta – Humas BRIN, Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah melanda dunia termasuk Indonesia selama 2 tahun. Berbagai upaya dilakukan untuk penanggulangan Covid-19, termasuk dari sisi riset dan inovasi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memulai program Pendanaan Riset Covid-19 sejak pertengahan tahun 2020. Program pendanaan ini akan berlanjut di tahun 2022.

Plt. Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Hotmatua Daulay menjelaskan, program Pendanaan Riset Covid-19 merupakan program pendanaan riset dan inovasi untuk penanganan Covid-19 dalam upaya pencegahan, deteksi, penyebaran, dan/atau penanggulangan wabah Covid-19 dan sejenisnya di Indonesia. Program pendanaan ini terbuka untuk berbagai institusi, lembaga, dan industri yang mempunyai Research and Development (R&D).

Untuk memperoleh pendanaan riset ini, jelas Hotma, pengusul harus mengajukan proposal sesuai syarat dan mekanisme yang berlaku.

“Jadi, bagi pengusul yang kemarin sudah mendapatkan pendanaan terkait Covid-19 untuk multiyears, pada tahun 2022 tetap harus mengajukan proposal lagi, karena nanti akan ada perubahan terkait kontrak dan lain-lain,” terangnya, saat webinar Pendanaan PRN dan Covid-19, secara daring, Kamis (23/12).

Adapun bidang riset yang didanai pada skema ini meliputi riset terkait vaksin, skrining dan diagnosis, obat dan terapi, serta surveilans berbasis Whole Genome Sequencing (WGS).

Selain pendanaan riset Covid-19, BRIN juga menyediakan skema pendanaan terkait Prioritas Riset Nasional (PRN). Pendanaan PRN, dikatakan Hotma, adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi atau lembaga tertentu untuk melaksanakan PRN, yang merupakan implementasi dari Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).

“Kedua program ini (PRN dan Covid-19) didanai dari dana abadi bidang pendidikan yang dikerjasamakan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).  Jadi BRIN bekerja sama dengan LPDP untuk pelaksanaan kegiatan ini,” tambah Hotma.

Pendanaan PRN 2022-2024 meliputi 9 bidang fokus riset, yaitu pangan; energi; kesehatan; transportasi; rekayasa keteknikan; pertahanan dan keamanan; kemaritiman; sosial humaniora, pendidikan, seni, dan budaya; dan multidisiplin dan lintas sektoral. Dari kesembilan bidang fokus riset ini diharapkan menghasilkan 49 target.

Pengusul proposal dapat melihat persyaratan dan mekanisme pendanaan melalui laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id/.

“Proposal yang diusulkan harus sesuai dengan fokus, tema, dan topik riset sesuai Permenristekdikti Nomor 38 Tahun 2019 atau untuk riset Covid-19 dan sejenisnya,” tutur Hotma.

Selain Pendanaan PRN dan Riset Covid-19, BRIN juga telah meluncurkan 6 Program Fasilitasi dan Pendanaan lainnya, yakni Fasilitasi Hari Layar, Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi, Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset, Pendanaan Pusat Kolaborasi Riset, Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan, dan Akuisisi Pengetahuan Lokal (tnt).

Sebarkan