Humas BRIN, Surabaya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi VII DPR RI menggelar kegiatan bertajuk Berbakti Untuk Negeri: Pelatihan Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Skala Menengah dan Tinggi di Malang, Jawa Timur. Acara ini dilaksanakan secara luring di Savana Hotel Malang pada Kamis (26/05).  

Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisyam dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan pelatihan publikasi pertama di kota Malang setelah terbentuknya BRIN. Diharapkan ke depan kegiatan seperti ini rutin diselenggarakan di kota Malang agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan. “Sesuai dengan Undang-undang SISNAS IPTEK, BRIN merupakan lembaga yang dibutuhkan dalam rangka memajukan Riset dan Inovasi di Indonesia,” ungkap Ridwan.

Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Widjo Kongko, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan pelatihan publikasi ini adalah untuk mendukung fokus pembangunan dalam bidang pendidikan. Diharapkan para peserta dapat menyerap semua materi yang disampaikan dan berperan aktif dalam sesi tanya jawab. Peserta akan lebih mengetahui bagaimana penulisan jurnal yang baik dan benar. “Kami peneliti akan terus semangat berbagi ilmu dan pengetahuan untuk masyarakat,” tutur Widjo.

Widjo juga menambahkan bahwa BRIN membuka peluang kolaborasi riset kepada siapapun baik akademisi maupun industri.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Joko Ridho Witono, selaku narasumber dalam pelatihan ini menjelaskan bahwa jurnal internasional diklasifikasikan menjadi empat, yaitu pertama. Jurnal internasional terindeks global bereputasi tinggi (Scopus Q1). Kedua. Jurnal internasional bereputasi menengah (Scopus Q2). Ketiga. Jurnal internasional terindeks global (Q3). Keempat. Jurnal terindeks global bereputasi lainnya (Scopus Q4). ”Terdapat etika penelitian yang perlu diperhatikan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebaiknya menghindari fabrikasi, plagiasi, duplikasi, fabrikasi, dan fragmentasi,” ungkap Joko.

Joko juga berpesan 3 kunci utama di dalam melakukan penelitian, yaitu membaca, belajar dan kolaborasi

Sebagai informasi kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta dari berbagai kalangan, diantaranya Dosen, Mahasiswa, Guru, dan beberapa anggota komunitas di Kota Malang. (aml sao/ed:drs)

Sebarkan