Jakarta – Humas BRIN. Perangkat CryoEM (Cryo Electron Microscopy) merupakan salah satu investasi yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membangun sarana dan prasarana, serta fasilitas yang mendukung kegiatan penelitian di bidang ilmu hayati. Investasi perangkat CryoEM dari produk Thermo Fisher Scientific, perusahaan asal Amerika ini, direncanakan akan dipasang di Kampus BRIN Cibinong pada September mendatang.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, peralatan canggih seperti CryoEM mensyaratkan SDM berkualitas dan pemanfaatannya dalam penelitian.

“Saya kira strategi terbaik adalah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak kelompok penelitian, yang memiliki bidang kerja yang sama dan juga berpengalaman dalam menggunakan peralatan CryoEM ini,” kata Handoko, dalam pertemuan dengan Vice President Thermo Fisher Scientific, Ravi Savitri, di Kantor BRIN, Thamrin, Jakarta, Jumat (17/06).

Perangkat CryoEM ini menjadi sangat penting dalam penelitian di bidang ilmu hayati, salah satunya untuk pengembangan vaksin di Indonesia. Karena itu, pihak Thermo Fisher Scientific akan melakukan pendampingan bagi para periset dalam mengoperasikan alat ini dan memanfaatkannya untuk kegiatan penelitian.

Selain itu juga memberikan rekomendasi kemungkinan kerja sama penelitian antara BRIN dengan berbagai institusi, laboratorium, ataupun lembaga-lembaga penelitian di dunia dalam peningkatan kapasitas SDM maupun riset bersama.

“Kami akan mengirim scientist kami untuk melakukan pendampingan bagi periset di BRIN dalam mengoperasikan alat ini, dan juga rekomendasi institusi-institusi yang berpengalaman di dalam penelitian dengan CryoEM untuk dapat berkolaborasi dengan BRIN,” tutur Ravi Savitri (tnt).

Sebarkan