Jakarta – Humas BRIN. Indonesia merupakan salah satu negara yang posisinya berada di wilayah cincin api (ring of fire), berpotensi terhadap terjadinya berbagai bencana gunung meletus. Salah satu bencana yang terjadi di adalah meletusnya gunung Semeru di Lumajang pada 4 Desember 2021. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui BRIN peduli hadir memberikan bantuan produk risetnya berupa Bisku Neo kepada para korban bencana letusan gunung Semeru.

Bisku Neo adalah biskuit hasil riset dari Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (ORPPT) BRIN yang sangat cocok untuk para korban bencana. Biku Neo mengandung Nutrisi Lengkap, Energi Tinggi, dan Orisinal dalam negeri merupakan bahan pangan yang mengandung zat aktif atau Immuno stimulant untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan telah diuji secara In – vitro. 

Bisku Neo mengandung kurang lebih 500 Kkal / 100 g atau kurang lebih 25 % dari kebutuhan konsumsi harian. Empat bungkus biskuit ini cukup mengenyangkan dan mencukupi kebutuhan harian selain itu juga mengandung protein untuk menjaga kekebalan tubuh. Oleh karena itulah, produk ini sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah bencana. 

Bantuan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian BRIN sebagai lembaga riset terhadap bencana yang terjadi di Indonesia. Rasa peduli sesama dan peduli bangsa untuk korban erupsi Semeru, telah menggerakkan seluruh sivitas Badan Riset dan Inovasi (BRIN) menggalang donasi sejak tanggal 11 Desember hingga 14 Desember 2021 lalu, melalui gerakan BRIN Peduli bekerja sama dengan Unit Pengelola Zakat BRIN.

Saat melepas keberangkatan Tim BRIN Peduli, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menitipkan salam dan pesan kepada masyarakat yang terdampak erupsi Semeru. “Semoga bantuan dan perhatian dari teman-teman BRIN bisa sedikit meringankan masyarakat Lumajang dan sekitarnya. Terima kasih, sehat selalu semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya di Jakarta, pada Senin (27/12).

Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas menjelaskan BRIN Peduli ini merupakan gerakan bersama sivitas di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk peduli sesama, membangun empati sosial atas musibah, bencana alam yang terjadi di Indonesia. “Semoga dapat meringankan penderitaan korban akibat bencana Gunung Semeru,“ ucapnya

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Kabupaten Lumajang, Indra W. Laksana yang ditemui langsung Tim BRIN Peduli pada Selasa (28/12), sebelum berangkat ke daerah bencana mengatakan kepada Tim BRIN Peduli bahwa saat ini BNPB Kabupaten Lumajang terus berkoordinasi dengan semua pihak dalam menangani situasi dan masyarakat yang terdampak  pasca erupsi Gunung Semeru.

“Setiap sore pukul 16.00 tim BNPD selalu memutakhirkan data, situasi dan kondisi terkini pasca bencana erupsi Semeru di Lumajang disamping menindaklanjuti bantuan dampak Gempa Malang dan Blitar sebelumnya yang juga terjadi di tahun 2021 dan berdampak pada 1085 rumah lebih,” rincinya. “Ketika bantuan turun, ‘kan tidak langsung dibagi-bagi, tapi kita urus administrasi agar jelas sasarannya,” imbuh Indra.

Koordinator BRIN Peduli, Iwan Ridwan Stiaji bersama delapan orang Tim BRIN Peduli lainnya, berharap bencana segera berakhir begitu pula evakuasi dan relokasi para korban bisa dilakukan segera. “Kita akan menyalurkan langsung amanah titipan donasi sivitas BRIN kepada yang membutuhkan di Lumajang. Terima Kasih kepada para seluruh sivitas BRIN yang sudah berbagi melalui UPZ BRIN dan Program BRIN Peduli,” ujarnya sesaat di depan Kantor BNPD Lumajang. (sl/ed:pur)

Sebarkan