Siaran Pers
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Nomor :  181/SP/HM/BKPUK/XI/2021

Jakarta, 2 November 2021. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Balai Bio Industri (BBIL), Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian menyelenggarakan fungsi penerapan dan pengembangan teknologi budidaya dan pasca panen biota laut, termasuk biota laut.

Untuk menunjang pelaksanaan fungsi tersebut, BRIN melengkapi fasilitas berupa Gedung Balai Bio Industri Laut yang diresmikan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko berlokasi di Lombok (03/11).    

“BBIL merupakan salah satu unit riset di BRIN yang memiliki keunikan sebagai _Center of Excellence_ pengembangan produk dari sumber daya laut Indonesia,” tutur Handoko.

Dirinya menambahkan, pembangunan secara total laboratorium dan fasilitas riset di BBIL ini diharapkan dapat memicu inovasi produk laut melalui riset terkini. “Ke depan BBIL diharapkan dapat menjadi pusat dan acuan tidak hanya bagi riset nasional tetapi juga regional dengan penambahan SDM unggul berkualifikasi tinggi di bidangnya,” ungkapnya.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Ocky Karna Radjasa mengatakan, hasil-hasil kajian budidaya dan pasca panen biota laut yang dikembangkan oleh BBIL sebagian telah siap untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di masyarakat.   

Senada dengan Handoko, Ocky berharap BBIL dapat menjadi media transfer teknologi khususnya di bidang budidaya dan pasca panen biota laut yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan dunia perikanan dan kelautan Indonesia, khususnya di wilayah NTB. Hal inilah yang menurutnya melatarbelakangi dibangunnya fasilitas gedung Balai Bio Industri Laut.

Kepala Balai Bio Industri Laut BRIN, Ratih Pangestuti menyatakan, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya sosialisasi guna meningkatkan kerjasama antara Balai Bio Industri Laut dengan seluruh stakeholder terkait di masa yang akan datang. “Selain itu, melalui kegiatan peresmian fasilitas ini, BRIN dapat memperoleh tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah, akademisi, instansi terkait dan masyarakat umum dalam pengembangan peran Balai Bio Industri Laut ke depan,” tutur Ratih.

Sebagai informasi, sejak berdiri tahun 1997 hingga 2020, BBIL telah dan sedang melakukan kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi budidaya berbagai biota laut ekonomis penting, seperti sotong buluh (Sepioteuthis lessoniana), tiram mutiara (Pinctada maxima), teripang hitam (Holothuria atra), abalon tropis (Haliotis asinina), siput mata bulan (Turbo chrysostomus), teripang pasir (Holothuria scabra), lobster karang (Panulirus spp.), dan makroalga laut hijau (Ulva lactuca). Selain itu, dikembangkan juga produk diversifikasi pangan dari biota laut seperti produk olahan teripang dan makroalga laut hijau (Ulva lactuca).

Keterangan Lebih Lanjut:
Purnomo (Hubungan Media BRIN): 
Dyah R. Sugiyanto (Koordinator Komunikasi Publik BRIN): 0813-1649-2142
Biro Komunikasi Publik, Umum dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional