Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima tiga penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham) pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual (HKI) yang diperingati pada Selasa (26/04). Ketiga penghargaan tersebut diperoleh dua kategori yakni kategori kompetisi patent searching dan kategori Lembaga Litbang. 

Untuk kategori Patent Searching, Juara I diraih oleh Adi Setiya Dwi Grahito, Juara II oleh Karina Fadla, sedangkan BRIN sebagai lembaga riset mendapat penghargaan pada  Kategori Lembaga Litbang.

Menteri Kumham, Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan kreativitas di era sekarang ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, mampu menciptakan kompetisi inovasi global. Inovasi menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia saat ini.

“Pada situasi global saat ini perekonomian dunia telah menempatkan pentingnya sistem perlindungan kekayaan intelektual dalam sistem perdagangan baik nasional maupun internasional,” kata Yasonna.

Lebih lanjut Yasonna menegaskan, pembangunan ekonomi berbasis kekayaan intelektual sangat bergantung pada ekosistem kekayaan intelektual yang merupakan siklus perputaran ekonomi. Menurutnya terdapat tiga siklus perputaran ekonomi yakni elemen kreasi, elemen proteksi, dan elemen utilisasi.

“Kami akan terus mendorong upaya perlindungan terhadap hak-hak kekayaan intelektual kita agar orang-orang yang telah berkreasi dan berinovasi, hak-hak nya terlindungi sehingga orang mau terus berkreasi dan berinovasi,” tambahnya.

Plt. Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi, Agus Haryono memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas BRIN yang telah menghasilkan HKI. “Mengucapkan selamat kepada seluruh sivitas periset BRIN yang telah secara aktif menghasilkan Kekayaan Intelektual. Ini merupakan buah dari kerja keras periset dalam menghasilkan KI dari hasil kegiatan riset dan inovasi di BRIN,” kata Agus.

Sebagai lembaga penelitian dengan bidang yang bermacam-macam, Agus mengharapkan capaian HKI terus meningkat. Setelah dicapai HKI, yang terpenting menurut Agus adalah terjadi alih teknologi, sehingga hasil inovasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Selanjutnya Direktorat Manajemen Kekayaan Intelektual akan melakukan evaluasi terhadap KI yang dimiliki oleh BRIN, dan mengupayakan terjadinya alih teknologi terhadap KI tersebut kepada pihak industri untuk dimanfaatkan,” tambah Agus.

Agar semua sivitas BRIN memahami pentingnya HKI, lanjut Agus, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi serta pelatihan drafting paten atau KI lainnya. Agar para periset makin bersemangat untuk menghasilkan KI, para inventor akan mendapatkan hak atas royalti yang dihasilkan. 

“Selain itu kami akan memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada periset yang aktif menghasilkan KI di lingkungan BRIN,” pungkasnya (pur)

Sebarkan