SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
NO: 051/SP/HM/BKPUK/VI/2022

BRIN – SEASIA Jawab Tantangan Bidang Politik, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

The 4th SEASIA Biennial Conference menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh negara-negara di Asia Tenggara sebagai dampak dari pandemi covid-19. Kegiatan yang digelar di Hotel Le Meredian, Jakarta pada 9-11 Juni 2022 ini mengusung tema Managing Disruption, Developing Resilience for a Better Southeast Asia.

Jakarta, 9 Juni 2022, Pandemi covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir, menjadikan negara-negara Asia Tenggara menghadapi tantangan terkait dinamika politik, regional, sosial ekonomi, dan budaya. Tantangan ini juga dipicu dari dampak transformasi digital dan diperkuat oleh tren global yang sedang berlangsung, seperti perubahan demografis, urbanisasi yang cepat, peningkatan migrasi internasional, dan ketergantungan yang kuat pada teknologi digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, negara-negara Asia Tenggara tengah  mencari solusi dari segala permasalahan yang muncul di masing-masing negara tersebut melalui kegiatan The 4th SEASIA Biennial Conference yang digelar di Jakarta, 9-11 Juni 2022. Konferensi yang mengusung tema “Managing Disruption, Developing Resilience for a Better Southeast Asia” ini digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) bekerja sama dengan SEASIA (Southeast Asia Studies in Asia) Consortium.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, konferensi ini diselenggarakan merupakan bentuk kolaborasi sebagai upaya pemulihan pasca pandemi covid-19. “Diperlukan kerja sama yang lebih luas untuk membangun kembali perekonomian dan ketahanan masyarakat kita untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang,” kata Handoko.

“Tanpa kerja sama dan tindakan kolaboratif, yang terjadi adalah ketidakpastian yang berdampak negatif bagi masyarakat kita,” lanjutnya.

Handoko menjelaskan, konferensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempromosikan dialog dan kerja sama dengan semua anggota Konsorsium SEASIA. Upaya ini juga dilakukan terhadap para sarjana dan mahasiswa, peneliti, dan aktivis yang bekerja dengan isu yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, sejarah, seni, budaya, warisan, agama, politik, hak asasi manusia, dan masalah hubungan internasional.

“Kami akan melakukan investigasi terkait tantangan dan prospek negara-negara Asia Tenggara dalam mengelola gangguan dan mengembangkan ketahanan dalam menghadapi kesehatan global, iklim dan lingkungan, serta pembangunan sosial ekonomi, budaya, dan politik secara bersama-sama,” tuturnya.

Sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia, Handoko berharap, BRIN dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dalam negeri guna mencapai tujuan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani mengatakan,  kegiatan konferensi merupakan kegiatan keempat dan menjadi bagian kegiatan konsorsium Asia Tenggara. “Kegiatan konferensi ini merupakan bagian dari konsorsium Asia Tenggara yaitu sebuah konsorsium yang terdiri dari 13 institusi pendidikan dan lembaga riset yang terkemuka di Asia. kegiatan Biennial Conference ini dimulai dari tahun 2015 di Kyoto, 2017 di Bangkok, 2019 di Taiwan dan 2022 di Jakarta,” kata Najib.

Sebagai pihak penyelenggara konferensi, Najib menjelaskan banyak manfaat yang diperoleh BRIN khususnya bagi  para periset. Setidaknya event ini memberikan peluang besar untuk mempromosikan BRIN ke dunia internasional, khususnya bagi para penstudi Asia Tenggara. 

“Ajang dua tahunan ini juga menjadi platform yang sangat penting bagi para periset sosial dan humanities di BRIN tidak hanya untuk sharing hasil riset mereka, tetapi juga membangun jejaring dan kolaborasi riset di masa datang,” lanjut Najib.

Pada perhelatan konferensi ini, BRIN sebagai Executive Committee SEASIA maka menurut Najib, posisi dan peran BRIN akan semakin kuat dan strategis dalam konteks berbagai riset terkait Asia Tenggara khususnya dalam mendorong kerjasama riset, transfer knowledge dan penguatan kapasitas periset sosial dan humaniora BRIN di level internasional.

#ReformasiBirokrasiBRIN
#ProfesionalOptimisProduktif

Sebarkan