Jakarta, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM). Pembentukan OR TKPEKM membawahi 6 Pusat Riset (PR), yaitu PR Ekonomi Makro dan Keuangan, PR Pemerintahan Dalam Negeri, PR Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas, PR Ekonomi Makro dan Keuangan, PR Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan, PR Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, dan PR Ekonomi Industri, Jasa dan Perdagangan.

Kepala OR TKPEKM BRIN, Agus Eko Nugroho, menyatakan, ada empat pilar penting dalam riset dan inovasi di OR TKPEKM yaitu knowledge-based economy, green economy, blue economy, dan inclusive economy.

“OR TKPEKM diharapkan menjadi Center of excellence berstandar global yaitu multi/inter disiplin, kolaborasi multipihak, global academic recognition, serta national dan regional policy reference,” ungkap Agus dalam acara Research Collaboration and Sharing, di Jakarta, Senin (14/03).

Menurut Agus, rumah program merupakan modal awal (ruang kerja) yang dikelola untuk mencapai kinerja program. Sasaran strategis OR TKPEKM untuk  meningkatkan produksi ilmu pengetahuan berstandar global dicapai dengan cara peningkatan kualitas SDM dan produktivitas SDM riset berorientasi global, dan penguatan flagship dan jejaring riset global.

“Sedangkan pilar utama dalam mencapai Indonesia Emas 2045, lanjut Agus, yaitu daya saing dan inklusivitas perekonomian, tata kelola pemerintahan yang baik dan proper, dan pemberdayaan masyarakat yang efektif dan tepat sasaran,” ungkap Agus.

Lebih lanjut Agus menegaskan bahwa, OR TKPEKM memiliki target menjadikan problem solver untuk visi Indonesia 2045, pemulihan ekonomi nasional, dan pencapaian SDGs. Tantangannya adalah bagaimana mencapai target dengan menciptakan riset yang bisa diterapkan dan memiliki kekuatan knowledge production pada level global.

“OR ini akan mengembangkan riset-riset yang produktif untuk kemajuan perekonomian secara umum dan memperbaiki tata kelola bangsa dengan tujuan mencapai kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” tegas Agus.

Sosialisasi terkait OR TKPEKM diperkuat dengan pemaparan dari masing-masing Kepala PR yang menjelaskan fokus penelitian PR. Pemaparan ini akan membantu dalam mengangkat isu-isu strategis secara nasional.

Mengenal Enam Fokus Pusat Riset di TKPEKM

PR Pemerintahan Dalam Negeri meliputi kajian dan penelitian yang terkait dengan bidang pemerintah dalam negeri dan otonomi daerah seperti desentralisasi otonomi daerah, otonomi khusus, manajemen pemerintahan daerah, tata kelola kecamatan dan kelurahan, dan pemerintahan digital.

“Saat ini PR Pemerintahan Dalam Negeri sudah menyiapkan sekitar 17 tema untuk proposal riset. Kolaborasi riset sedang dalam tahap koordinasi dan komunikasi dengan beberapa lembaga, yaitu The Univ of California, The Univ of Queensland, James Cook University, DPD RI, BKN, Kemendagri, dan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN,” terang Plt. Kepala PR Pemerintahan Dalam Negeri, Mardyanto Wahyu Tryatmoko.

Plt Kepala PR Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas BRIN, Badrun Susantyo, mengatakan, PR yang dipimpinnya meliputi kajian dan penelitian yang terkait dengan bidang ketahanan dan perlindungan sosial serta kemiskinan; pembangunan mental, budaya masyarakat dan nasionalisme; inklusivitas sosial; penguatan kelompok marginal; konektivitas antar/inter daerah, pedesaan, dan 3TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan); kapasitas SDM, sistem dan penguatan kelembagaan masyarakat; investasi, kemitraan dan kreativitas masyarakat lokal; pemanfaatan teknologi, kearifan lokal dan inovasi desa; penataan ruang berbasis pembangunan berkelanjutan.

PR Ekonomi Makro dan Keuangan meliputi kajian dan penelitian yang terkait dengan bidang fiskal; moneter; keuangan dan filantropi (keuangan sosial); ekonomi internasional; investasi; ketenagakerjaan; ekonomi dan keuangan syariah.

“Penelitian yang sedang berjalan, antara lain penguatan ekonomi digital, penguatan digitalisasi UMKM, penguatan program kredit mikro bagi penguatan UMKM, evaluasi dampak KUR bagi UMKM, dan pemanfaatan keuangan sosial,” terang Plt. Kepala PR Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Muhammad Soekarni.

PR Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan meliputi kajian dan penelitian yang terkait dengan bidang badan usaha ekonomi koperasi; korporasi; usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM); dan pemberdayaan syariah.

“Pusat Riset ini sangat penting untuk mensinergikan aktivitas ekonomi di antara badan usaha ekonomi kerakyatan, koperasi dan korporasi, sehingga menjadi sebuah mata rantai ekonomi yang memberdayakan,” tutur Plt Kepala PR Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Irwanda Wisnu Wardana.

Plt. Kepala PR Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, I Gede Mahatma Yuda Bakti mengatakan, PR ini meliputi agenda penting pemerintah dalam melakukan kajian dan penelitian yang terkait dengan perilaku aktor ekonomi dalam merespon perubahan ekonomi liner ke arah ekonomi sirkuler, blue and green economy, lingkungan hidup, energi, air, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pengembangan pasar karbon, ketahanan pangan, dan perubahan iklim.

Kemudian PR Ekonomi Industri, Jasa dan Perdagangan meliputi penelitian dan kajian yang terkait dengan bidang ekonomi industri, jasa dan perdagangan.

“Target output adalah untuk memproduksi pengetahuan baru sebagai penguatan dan percepatan pertumbuhan sektor industri, jasa dan perdagangan yang berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Plt. Kepala PR Ekonomi Industri BRIN, Zamroni. (suhe/ed:drs, tnt).

Sebarkan