Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Teknologi Malaysia (UTM) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) mengenai Joint Research-Based Postgraduate Programs Supervision. MoA tersebut ditandatangani oleh Plt. Sekretaris Utama BRIN Nur Tri Aries Suestiningtyas dan Wakil Rektor UTM, Prof. Datuk Ts. Ahmad Fauzi bin Ismail, secara daring pada Selasa (08/02).

MoA ini dimulai setelah adanya kunjungan penelitian dari delegasi UTM ke LIPI pada tahun 2018, yang saat ini termasuk salah satu entitas tergabung dalam BRIN, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2019.

“Kesempatan ini sangat baik, karena semakin kita memperkuat kerja sama, memperkuat silahturahmi antar kedua negara sahabat. Perubahan yang ada BRIN dan kekuatan pada UTM bisa saling tereksplorasi dan kemudian bisa terjalin kolaborasi yang lebih lanjut, termasuk banyaknya program bagaimana kita ingin ekosistem riset inovasi di indonesia bisa semakin baik, mengejar daya saing kami untuk bisa bersama-sama berkolaborasi secara aktif di kancah global termasuk bersama Malaysia khususnya,” ujar Plt. Sekretaris Utama BRIN Nur Tri Aries.

Nur Tri Aries menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada UTM yang telah menyambut baik para kandidat program degree by reasearch dari BRIN, dan memberikan kemudahan dalam mengukuti seluruh prosedur seleksi untuk bisa melanjutkan studi di UTM. “Kami berharap skema yang telah ada ini bisa berkembang menjadi skema-skema yang lain,” lanjutnya.

Pada Tahap 1, total 17 staf peneliti dari BRIN akan terdaftar dalam program penelitian pascasarjana teknik di UTM, didanai melalui kontrak penelitian dengan nilai total RM1,002,774,00. Penerima kontrak penelitian akan berada di Fakultas Teknik UTM; yaitu 7 di Jurusan Teknik Elektro, 5 di Jurusan Komputer, 2 di Jurusan Teknik Sipil dan 2 di Jurusan Teknik Mesin.

Wakil Rektor UTM, Prof. Datuk Ts. Ahmad Fauzi bin Ismail mengungkapkan jalinan kerja sama antara UTM dan BRIN telah tejalin melalui LIPI, kerja sama itu dalam hal pendidikan bidang teknologi komunikasi, optik, dan radar. “Puncak kolabarosi antara kedua institusi ini adalah dengan adanya penandatanganan MoU, kemudian dilanjutkan MoA dan nantinya akan menghasilkan produk seperti kursus-kursus, kerja sama staf dan pertukaran pelajar,” ungkapnya.

“Diharapkan ke 17 peneliti BRIN yang akan mengikuti pendidikan Pascasarjana dapat menjalin pendidikan bersama UTM dan berjaya menghasilkan impact yang tinggi pada Indonesia dan Malaysia, serta global secara umum. MoA ini diharapkan menjadi milestone yang akan membuahkan hasil dan memberi manfaat pada semua pihak yang terlibat di kedua negera,” harap Datuk Ts. Ahmad Fauzi.

Agenda ini adalah sebagai langkah strategis awal antara BRIN dan UTM dalam aktifitas pendidikan dan pembelajaran, kolaborasi kepakaran, dan peningkatan kerja sama projek penelitian kedua belah pihak khsusnya diranah ASEAN. (ap)

Sebarkan