Jakarta – Humas BRIN. Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertindak untuk dan atas nama BRIN menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) tanah bangunan kantor BRIN yang dahulu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, di Jakarta, Selasa (07/06).

Penandatanganan BAST tersebut bertujuan menyerahkan pengelolaan tanah seluas 4.954 meter persegi yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Maluku Tenggara kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Serah terima ini berdasarkan pada KPKNL Jakarta IV Nomor S-33/MK.6/KNL.0704/2022 pada 5 April 2022.

Plt. Sekretaris Utama BRIN, Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, proses serah terima ini merupakan salah satu proses menata ulang dan mengkaji aset-aset BRIN paska pembentukan BRIN. Diharapkan penataan ini akan lebih memaksimalkan pemanfaatan aset-aset yang dimiliki oleh BRIN kepada berbagai pihak yang berkepentingan. 

“Proses pengkajian dan penyerahan ini bukan berarti BRIN lepas tangan kepada aset-asetnya. Tapi justru agar bisa memaksimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak utamanya dalam bidang riset dan inovasi,” jelas Nur. 

Nur juga menjelaskan bahwa BRIN akan terus berkolaborasi dengan banyak secara empat arah, dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri. 

“Bahkan di beberapa daerah, melalui kolaborasi, pemerintah daerah juga menyediakan Co-working Space bagi pegawai BRIN yang ada di daerahnya. Karena saat ini peneliti BRIN bisa bekerja dari mana saja, namun dengan tetap memperhatikan output,” terangnya. 

Dalam kesempatan ini, Nur juga mengenalkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) kepada Bupati Maluku Tenggara. 

“Saat ini sudah ada Kedeputian BRIDA secara khusus yang dapat berkomunikasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah. Harapannya melalui BRIDA ini BRIN dapat mendengar mana prioritas daerah sehingga bisa BRIN bantu terutama dalam hal riset dan inovasi,” lanjut Nur.

Dengan integrasi lembaga riset, BRIN menjamin untuk pelayanan yang lebih baik. Apalagi dengan kapasitas sarana, prasarana dan SDM BRIN harapannya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada daerah, terutama dalam hal riset dan inovasi. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, mengapresiasi proses serah terima BMN ini kepada pemda Maluku Tenggara. Thaher berharap interaksi dengan BRIN tidak hanya sampai sini saja, tapi juga akan berlanjut ke kolaborasi lainnya dengan BRIN.

Thaher juga menjelaskan penyerahan ini akan sangat berguna bagi pemerintah daerah karena dengan adanya penyerahan ini, pemda Maluku Tenggara memperoleh tambahan aset daerah dari yang sebelumnya ada keterbatasan karena ada proses pemekaran daerah.

“Setelah proses penataan saat ini kami di Maluku Tenggara memiliki 8 ribu hektar lahan yang dipakai untuk budidaya rumput laut. Namun, untuk pemanfaatannya baru sebesar 0,7%. Adanya perpanjangan tangan BRIN di daerah melalui BRIDA, diharapkan akan memberikan pertimbangan-pertimbangan berbasis riset yang dapat kami manfaatkan. Karena tentunya kebijakan-kebijakan akan lebih maksimal dengan adanya riset,” pungkas Thaher. (akb)

Sebarkan