Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai satu-satunya lembaga penelitian di Indonesia, berkomitmen memfasilitasi kegiatan riset di Indonesia. Komitmen itu salah satunya diwujudkan dengan memberikan skema pendanaan kepada perusahaan pemula (startup) berbasis riset.

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito mengatakan, dukungan BRIN terhadap perusahaan pemula berbasis riset ini menjadi bagian penting bagi kelangsungan riset di Indonesia. “Skema pendanaan terhadap perusahaan pemula berbasis riset ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem riset dan inovasi di Indonesia yang lebih baik,” ujar Mego pada webinar Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset, Jumat (24/12/2021).

Melalui skema dukungan ini, Mego berharap, banyak ide baru dari masyarakat yang nantinya dapat diwujudkan menjadi perusahaan startup baru. Pada akhirnya hasil riset dan inovasi BRIN, melalui perusahaan startup ini akan lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Dengan adanya perusahaan pemula berbasis hasil riset BRIN nantinya diharapkan produk riset dan inovasi BRIN dapat dikembangkan menjadi sebuah produk yang komersial,” tambahnya.

Plt. Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Hotmatua Daulay menjelaskan, program ini dapat mempertemukan pihak penyuplai teknologi dengan para calon investor. Dukungan ini akan sangat berarti bagi calon pendiri perusahaan pemula berbasis hasil riset BRIN, karena melalui program ini, selain mendapatkan dukungan berupa pendanaan, mereka juga mendapatkan pembinaan terkait pengelolaan industri pemula baik dari segi SDM maupun riset dan inovasi.

“Program ini merupakan salah satu skema yang ditawarkan kepada para perusahaan pemula yang berbasis hasil riset BRIN atau yang berkolaborasi dengan BRIN yang siap menjadi perusahaan pemula yang akan mendapatkan keuntungan dan berkelanjutan,” ujar Hotmatua.

Untuk mendapatkan dukungan skema ini, Hotmatua menjelaskan, pengusul harus mengajukan proposal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proposal diunggah melalui laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id

Hotmatua menekankan, yang diperbolehkan mengajukan usulan pendanaan ini adalah mereka harus berwarga negara Indonesia. Setelah dinyatakan sesuai dengan persyaratan, tahapan selanjutnya akan dilakukan seleksi, dan bagi pengusul yang terpilih akan mendapatkan pembinaan atau mentoring paling lama 6 bulan.

Setelahnya, lanjut Hotmatua,  para pengusul yang lolos akan diminta mempresentasikan terkait teknologi yang digunakan dan metode risetnya, untuk dilakukan penilaian. Bagi mereka yang dinyatakan lulus, akan mendapatkan skema pendanaan dari BRIN.

“Kepada mereka yang terpilih, setelah melalui seleksi akan diberikan mentoring terlebih dahulu paling lama 6 bulan sesuai dengan kebutuhan dan selanjutnya bagi mereka yang dinyatakan layak untuk mendapat dukungan, akan menerima pendanaan sebesar 300 juta selama satu tahun ,” tambahnya.

Skema pendanaan dapat diperpanjang untuk tahun-tahun berikutnya bergantung kepada hasil evaluasi yang dilakukan setiap tahun. (pur)

Sebarkan