Bali – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki beragam fasilitas riset yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui hasil penelitian dan pengembangan iptek, BRIN siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito menyatakan bahwa BRIN kini telah menjadi keluarga besar peneliti untuk berkolaborasi memadukan ragam keilmuan yang dapat saling mendukung dalam menghasilkan riset dan inovasi. Mego berharap peneliti mampu menghasilkan hasil riset yang dipatenkan dan dapat diserap oleh UMKM, industri dan stakeholder terkait.

Hal tersebut disampaikannya pada Selasa (19/04) saat mengunjungi Coworking Space (CWS) BRIN di Denpasar Selatan Kawasan Bali yang terdiri dari sivitas Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Maju yang memiliki homebase di Kawasan Sains dan Teknologi Serpong, Jawa Barat.

Salah satu kelompok riset yang telah dibentuk berdasarkan keputusan Kepala Pusat Riset Material Maju – Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN No: B-01/V/PRMM/3/2022 adalah kelompok riset keramik fungsional kreatif, yang mengerjakan penelitian tentang geopolimer media tumbuh terumbu karang dalam upaya mengurangi efek rumah kaca.

Menurut Putu Muliawati Perekayasa Madya BRIN, tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain dan prototipe geopolimer sebagai media tumbuh kembang terumbu karang ramah lingkungan untuk mitigasi terhadap tingkat kerusakan terumbu karang (coral) di Indonesia yang sudah mencapai angka 46 persen dari total luasan secara nasional.

Lebih lanjut Putu menyampaikan bahwa para periset sebelumnya telah melakukan penelitian tentang karang buatan untuk restorasi terumbu karang dan pengaman pantai di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian tersebut menggunakan beton dan bahan pengikat (semen) tipe V yang tahan terhadap kadar sulfat tinggi, untuk memenuhi syarat baku mutu kehidupan karang di Indonesia berdasarkan pada Permen LH No 51 Tahun 2004.

Penggunaan teknologi geopolimer sendiri merupakan alternatif dalam pembuatan bangunan beton tanpa menggunakan semen dan tanpa proses pembakaran yang dapat mengurangi efek gas rumah kaca. (yl, gws/ ed:aps)

Sebarkan