SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 177/SP/HM/BPUK/X/2021

Jakarta – Menutup rangkaian Youth Science Week Tahun 2021, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) gelar penganugerahan pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-53 dan National Young Inventors Award (NYIA) ke-14, Kamis (28/10). Kompetisi yang sebelumnya diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh LIPI ini bertujuan untuk memberikan peluang bagaimana ide-ide riset dan inovasi generasi Z agar dapat dibimbing dan diberi masukan oleh peneliti yang kompeten di bidangnya untuk menghasilkan konten riset inovasi yang potensial dan mungkin memiliki nilai kekayaan intelektual untuk dikembangkan.

“Para finalis LIKR dan NYIA telah berdiskusi untuk diuji kerja kerasnya oleh para dewan juri. Proposal penelitian LKIR yang telah diterima panitia sebanyak 1521 proposal dan sebanyak 417 ringkasan inovasi untuk NYIA, tersebar berasal dari 34 provinsi di Indonesia,” jelas Pbt. Direktur Manajemen Talenta sekaligus Ketua Panitia Youth Science Week 2021 Raden Arthur Ario Lelono.

Dari 1521 proposal penelitian tersebut terpilih 54 projek penelitian LKIR di 4 (empat) Bidang Ilmu Pengetahuan. Penelitian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusian menjadi yang terbanyak dengan total 615 proposal, menyusul Bidang Ilmu Hayati sebanyak 566 proposal, Bidang Ilmu Teknik 238 proposal, dan Bidang Ilmu Kebumian dan Kelautan sebanyak 102 proposal. Sedangkan untuk kompetisi NYIA terpilih 49 ringkasan inovasi, dengan rincian 112 ringkasan inovasi di Bidang Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan; 111 ringkasan inovasi Bidang Teknologi Ramah Lingkungan; 64 ringkasan inovasi Bidang Pangan dan Pertanian; 49 ringkasan inovasi Bidang Edukasi dan Rekreasi; 39 ringkasan inovasi Bidang Teknologi Informasi dan Komputasi; dan masing-masing 21 ringkasan inovasi untuk Bidang Manajemen Bencana dan Bidang Teknologi Bagi Penyandang Disabilitas dan Kebutuhan Khusus.

“Pada kompetisi kali ini proses mentoring LKIR dilakukan secara daring selama 3 bulan dengan 55 mentor dari seluruh satuan kerja yang ada di lingkungan BRIN. Didukung 12 Dewan Juri untuk perlombaan LKIR dan 6 Dewan Juri NYIA, menilai dari berbagai aspek, mulai orisinalitas, kebaruan, hasil data, operasional inovasi maupun Teknik presentasi, sehingga dapat dipilih talenta muda berbakat di bidang inovasi,” papar Arthur Ario.

Selain mendapat hadiah berupa sertikat, uang, dan trofi, pemenang dari kompetisi LKIR dan NYIA akan terus diikutsertakan dalam afiliasi kompetisi internasional, seperti Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) dan Internasional Exhibition for Young Inventors (IEYI). “Kegiatan kompetisi ilmiah ini adalah langkah awal mengedukasi, mengekspos generasi muda dengan memberikan contoh yang tepat bagaimana penelitian dilakukan, bagaimana menjadi seorang periset dan inovator, serta bagaimana membuka jenjang karir dalam dunia riset dan inovasi,” tambah Arthur Ario.

Berikut daftar pemenang dari kompetisi tahun ini:

Pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ) ke-53
• Parsa Nayyara, SMA Negeri 5 Surabaya – “Rekayasa dan Konstruksi Jalur Metabolisme Sintetis untuk Optimasi Produksi Actinorhodin sebagai Alternatif Pewarna Batik dari Limbah Pewarna Azo pada Pseudomonas putida KT2440” (Pemenang Pertama LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati);
• Adinda Zahra Islami dan Fauziyyah Wisnuwardhani, SMA Negeri 2 Semarang – “Gerakan Ekofeminisme sebagai Strategi Penyelamatan Hutan Mangrove di Kawasan Pesisir Kabupaten Demak” (Pemenang Pertama LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan);
• Intan Nurmala dan Zulfa Siti Zakia, MA Putri PUI Talaga Majalengka – “Model Dinamika Penyebaran Covid-19 Pada Populasi Tak Konstan Dengan Pengaruh Vaksinasi” (Pemenang Pertama LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik);
• Erma Wahyu Istiqomah dan Juzaili Shahnata Alam, SMA Negeri 1 Bawang Banjarnegara – “Pemetaan Tingkat Bahaya Dan Batas Erosi di DAS Serayu Berdasarkan Data Erosivitas Hujan, Erodibilitas Tanah, Topografi, Vegetasi, Dan Konservasi Tanah Melalui Persamaan RUSLE” (Pemenang Pertama LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Kelautan dan Kebumian);
• Shinta Muhadiva Aisyah dan Dian Putri Ariyani, SMA Negeri 1 Kaliwungu – “Analisis Pola Fibonacci pada Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dengan Susunan Segitiga Pascal Sebagai Konsep Pemecah Air Rob di Daerah Pesisir” (Pemenang Kedua LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati);
• Shyfa Kanaya Zulkifli dan Hanin Salsabila Wardany, MAN 7 Jakarta – “Implementasi Smart City dalam Layanan Publik di Jakarta dan Pengaruhnya pada Citizen Participation Generasi Z” (Pemenang Kedua LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan);
• Zaki Zaidan Akbar dan Atya Danastri Masantika, SMA Negeri 3 Malang – “Rancang Bangun Hybrid Rov Berbasis Torpedo Shape Dan Tvc (Thrust Vector Control) Sebagai Inspeksi Singkat Bawah Laut” (Pemenang Kedua LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik);
• Dewi Puspitasari Leksono dan Nabil Rashid Musadi, SMA Negeri 3 Bandung – “Pemanfaatan Energi Panas Tanah dan Listrik Terbarukan untuk Sistem Pendingin Ramah Lingkungan” (Pemenang Kedua LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Kelautan dan Kebumian);
• Nadira Berliana Cyril dan Athoillah Farhan Abshor, MAN 2 Kota Malang – “Pembuatan Pantyliner Pendeteksi Protein Kapsid L1 HPV Menggunakan Sampel Cervical Mucus” (Pemenang Ketiga LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati);
• Livia Husnun Niswah dan Syeh Maulana Yasir, MAN 11 Jakarta – “Gerakan Moderasi Beragama Untuk Menaggulangi Kasus Intoleransi Dunia Pendidikan di Kota Metropolitan” (Pemenang Ketiga LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan);
• Farrel Aryo Wahyudi, MAN Insan Cendekia Gorontalo – “Inovasi Wrist Strap Untuk Monitoring Suhu tubuh (oC), kecepatan denyut jantung (bpm) dan tingkat saturasi oksigen (%SpO2) Menggunakan Metode Photoplethysmograph Secara Real Time” (Pemenang Ketiga LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik);
• Ina Marlina dan Yukeu Nurhasanah, MA Putri PUI Talaga Majalengka – “Analisis Geometri Fraktal Sesar Lembang” (Pemenang Ketiga LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Kelautan dan Kebumian).

Pemenang National Young Inventors Award (NYIA) ke-14
• Angel Anlee, SMP Tarakanita 2 – “ROTA” (Pemenang Pertama National Young Inventors Award);
• Orchidia Ummu Tazkiah, SMA Negeri 1 Kaliwungu – “Mesin Extrusion: Produksi Chips Polyester Dari Limbah Botol Plastik Pet (Polyethylene Terephthalate) Melalui Proses Extrusion Sebagai Bahan Baku Serat Sintetis” (Pemenang Kedua National Young Inventors Award);
• Fadlan Raya Effendi dan Maximus Quinn Hertada, SMP Negeri 5 Yogyakarta – “MONSTER PROKES” (Pemenang Ketiga National Young Inventors Award).

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional