SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO: 016/SP/HM/BKPUK/II/2022

Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) merupakan satu dari tujuh skema pendanaan riset dan inovasi yang dibuka oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak tahun 2021. Penerima pendanaan pada gelombang I tahun 2022 berjumlah 9 PPBR. Skema Pendanaan PPBR dilaksanakan untuk memberikan dorongan berupa pemberian pendanaan hingga pembinaan terhadap PPBR. Oleh karena itu, dalam rangka mengumumkan hasil seleksi program Pendanaan PPBR gelombang I, sekaligus menyosialisasikan program tersebut kepada para pegiat riset dan perusahaan pemula untuk mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan hasil riset BRIN, BRIN akan menyelenggarakan “WALIDASI (Webinar Fasilitasi dan Pendanaan Riset dan Inovasi), Edisi Start Up BRIN #1”   

Jakarta, 17 Februari 2022. BRIN sejak tahun 2021 telah membuka tujuh skema pendanaan riset dan inovasi, yaitu: 1) Flagship Prioritas Riset Nasional (PRN) BRIN Tahun 2022-2024; 2) Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset; 3) Fasilitasi Hari Layar Tahun 2022 – 2024; 4) Pendanaan Riset Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19); 5) Fasilitasi Pusat Kolaborasi Riset; 6) Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi Tahun 2022 – 2024; dan 7) Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan.

Seluruh skema pendanaan dan fasilitasi yang ada tersebut tidak sekedar untuk membiayai kegiatan riset bagi periset yang ada di BRIN, namun juga dibuka dan bisa diakses oleh seluruh pihak secara kompetitif.

Salah satu skema yang telah dibuka dan telah selesai pelaksanaan seleksinya yaitu Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR). Penerima pendanaan pada gelombang I tahun 2022 berjumlah 9 PPBR. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan,skema pendanaan PPBR bertujuan untuk memberikan dorongan berupa pemberian pendanaan hingga pembinaan terhadap PPBR, sebagai upaya pembentukan perusahaan pemula yang berkelanjutan. Melalui skema ini, BRIN memberikan kesempatan terbuka kepada semua warga negara Indonesia untuk memanfaatkan dan mengomersialisasikan hasil-hasil riset BRIN.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami sebagai upaya memberikan peran aktif dalam memperkuat sendi ekonomi negara. Sehingga publik menjadi semakin paham bahwa riset dan inovasi di Indonesia bukan hanya milik periset, tapi juga dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, dan memberikan nilai tambah bagi komoditas ekonomi mikro,” ungkap Handoko.

Dirinya mengatakan, kolaborasi iptek dengan industri tidak hanya menguatkan sendi perkenomian dari dalam, namun juga akan menjadi etalase di mata dunia mengenai serapan produk riset terhadap pertumbuhan ekonomi dan geliatindustri. “Hal yang perlu kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk ‘Pulih Bersama Bangkit Perkasa’, sesuai semangat kita dalam menyambut peran sebagai tuan rumah G20 tahun ini,” pungkas Handoko.

Sebarkan