Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penjajakan kerja sama riset Kewirausahaan dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dengan Universitas Sumatera Utara (USU). Hal itu terungkap saat Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN menerima kunjungan dari Universitas Sumatera Utara (USU) di Ruang Rapat BRIN Gatot Subroto, Rabu (8/6).

Kepala OR TKPEKM, Agus Eko Nugroho turut hadir dalam audiensi menekankan pentingnya pembangunan ekosistem digital bagi UMKM, khususnya di Sumatera Utara (Sumut). Hal tersebut berguna untuk memperkuat daya saing UMKM dan IKM.

“Riset kewirausahaan dan komersialisasi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) sangat menarik. UMKM menjadi salah satu pilar di Indonesia dari sisi jumlah dan penyerapan,” tambah Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PR EMK) Zamroni dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, USU diwakili oleh Wakil Rektor III Poppy Hasibuan dan Kepala Badan Pengembangan Riset Inovasi (BPRI) USU, Buchari. Poppy menjelaskan inisiatif ini berangkat dari keinginan menjalin kerja sama riset agar para pelaku UMKM menguasai platform digital dan riset pasar. Poppy menjelaskan bahwa UMKM di Sumut bisa terklasterisasi. Ia berharap USU bisa mengawal kegiatan UMKM dengan bantuan BRIN.

Selanjutnya Buchari memaparkan mengenai profil BPRI USU serta kegiatan-kegiatannya. Selama ini BPRI USU telah aktif mendampingi UMKM dengan melakukan kegiatan seperti inkubasi, klasterisasi, pendataan produk, paten, dan sebagainya.

Peneliti OR TKPEKM Bahtiar Rifai menjelaskan BRIN memiliki 5 pilar yaitu innovation, learning, research, marketing, dan financing saat melaksanakan riset di Sumut. Saat dilaksanakan riset tersebut, Bahtiar juga mengukur tingkat digitalisasi industri manufaktur di Indonesia. Lebih lanjut, Bahtiar memaparkan mengenai masalah-masalah yang dihadapi UMKM dan IKM berdasarkan riset yang dilakukan PR EMK.

Dijelaskannya bahwa UMKM mayoritas masih fokus manual, sedangkan literasi atau infrastruktur digital masih minim. Berangkat dari sini, akhirnya ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik untuk bekerja sama mewujudkan riset dan pengembangan bersama. “Fokus riset PR EMK adalah memperbaiki proses bisnis UMKM dengan solusi digital, melihat dampak teknologi, efisiensi, penyerapan tenaga kerja, perluasan produk, dan peningkatan produktivitas,” ungkapnya

Ke depannya diharapkan ruang lingkup kerja sama antara BRIN dan USU adalah terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kesimpulan yang diambil oleh PR EMK adalah bahwa BRIN terbuka berbagai macam kerja sama, baik itu riset kolaborasi penelitian, degree by research atau yang lainnya. BRIN dan USU bisa masuk ke kolaborasi riset langsung melalui pembentukan Memorandum of Understanding (MoU) ataupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) karena banyaknya potensi kerja sama.

Pada kesempatan ini turut hadir Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan (PR KKEK) Irwanda Wisnu Wardhana dan tim, Perencanaan TKPEKM, Biro Hukum dan Kerja Sama (BHKS), serta Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan (BKPUK) BRIN kawasan Jakarta. Audiensi ini dipandu oleh Koordinator Humas Kawasan Jakarta Gatot Subroto, Andriani Agustina. (SGD/ed:jml)

Sebarkan